
DENPASAR, Letternews.net – Dalam pusaran perdebatan mengenai pembentukan karakter generasi muda, Pembina Pramuka Rudianto menegaskan sebuah prinsip mendasar: peran utama pembinaan karakter tetap berada di lingkungan keluarga. Menurutnya, sehebat apa pun program pendidikan yang diterapkan di sekolah atau ekstrakurikuler, peran parenting dari orang tua adalah penentu keberhasilan utamanya.
Pernyataan ini muncul untuk menjawab pertanyaan kritis masyarakat, yang sering kali bernada “penuh cinta” namun skeptis: “Lalu apa fungsi sekolah? Rugi saya bayar?”
[irp]
Rudianto menjelaskan, fungsi sekolah adalah sebagai proses penyaluran ilmu pengetahuan dan mendidik karakter dalam porsi waktu yang terbatas.
“Ibaratnya guru itu menanam ilmu, kira-kira maksimal 8 jam dalam sehari. Naah sisa waktunya 16 jam yang menyiram dan memberikan nutrisi tetap orang tua,” ujar Rudianto.
Ia menekankan bahwa waktu yang dihabiskan anak di rumah jauh lebih lama dan mendalam membentuk pola pikir, emosi, dan nilai-nilai dasar.
[irp]
Berdasarkan pengalamannya sebagai pembina, Rudianto mengungkap fakta lapangan yang miris. Sebagian besar murid yang memiliki masalah karakter justru memiliki problem keluarga yang orang tuanya sendiri menampik atau tidak mau mengakui.
Hal-hal mendasar yang hilang dalam banyak keluarga modern meliputi:
Selain faktor keluarga, Rudianto juga menyinggung faktor ekonomi yang juga turut mempengaruhi perkembangan anak—yang ia sebut sebagai tugas pemerintah untuk menanganinya.
[irp]
Oleh karena itu, Rudianto menyimpulkan bahwa pembentukan karakter adalah tanggung jawab kolektif. Orang tua tidak bisa serta merta menyerahkan sepenuhnya tugas mendidik karakter kepada sekolah.
“Semua wajib terlibat, tidak hanya full menyerahkan ke sekolah saja,” tegasnya.
Ia memberikan solusi tegas bagi orang tua yang tidak mempercayai sistem pendidikan di sekolah: homeschooling atau kejar paket. Namun, ia berharap apa pun pilihannya, anak-anak tidak sampai putus sekolah. Intinya, fondasi karakter yang kuat harus tetap berawal dan diperkuat di rumah.
Editor:Lil