
Jakarta, Letternews.net – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) di Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika global dan domestik. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada 27 Agustus 2025.
Laporan terbaru dari lembaga internasional menunjukkan prospek ekonomi global yang lebih baik, meskipun dinamika di negara-negara besar seperti AS dan Tiongkok masih beragam. Kondisi ini meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global, yang mendukung masuknya aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
[irp]
[irp]
OJK juga mencatat perkembangan pesat di sektor inovasi teknologi keuangan, aset digital, dan aset kripto. Hingga Agustus 2025, OJK telah menyetujui 25 entitas di ekosistem perdagangan aset kripto, termasuk bursa dan pedagang. Jumlah konsumen aset kripto mencapai 16,50 juta, dengan total transaksi di tahun 2025 mencapai Rp276,45 triliun.
Selain itu, OJK terus gencar melakukan edukasi dan perlindungan konsumen. Sejak awal 2025, OJK telah menyelenggarakan 3.920 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 6,6 juta peserta. OJK juga bekerja sama dengan perbankan untuk memblokir rekening terkait judi online dan meningkatkan sistem keamanan siber.
Dalam upaya pengawasan, OJK telah menjatuhkan sanksi administratif kepada puluhan pelaku usaha jasa keuangan yang melanggar ketentuan. Langkah ini diambil untuk memastikan industri tetap sehat dan terpercaya bagi masyarakat.
Editor: Rudi.