LetterNews
03 November 2026
04:39 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
25 May 2026 22:11 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 25 May 2026, 22:11 WITA

Misteri Sandal dan Rokok di Dekat Sumur Nusa Penida, Wayan Lanang Ditemukan Tewas di Kedalaman 4 Meter

Foto: Proses evakuasi dari dalam sumur sempit itu berlangsung dramatis namun berjalan sangat taktis berkat kerja sama solid antar unsur di lapangan.

KLUNGKUNG, Letternews.net – Operasi penyelamatan darurat yang digelar oleh Tim SAR gabungan di Pulau Nyoman berakhir pilu. Seorang warga lokal asal Banjar Pundukaha Kelod ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah terjatuh ke dalam sebuah sumur di Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Senin (25/5/2026) siang.

Korban yang diidentifikasi bernama Wayan Lanang (36) tersebut sebelumnya sempat dilaporkan hilang misterius oleh pihak keluarga sejak Minggu (24/5/2026) karena tidak kunjung kembali ke rumah.

[irp]

Penemuan Sandal dan Rokok Menjadi Petunjuk Awal di TKP

Laporan hilangnya korban pertama kali diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 13.00 WITA dari Babinsa Desa Bunga Mekar, Bapak Wahyu. Sebelum berkoordinasi dengan petugas, pihak keluarga bersama warga sebanjar sebenarnya sudah melakukan upaya pencarian mandiri ke berbagai sudut desa.

Titik terang penemuan korban mulai terkuak pada Senin pagi sekitar pukul 06.45 WITA, ketika bibi korban secara tidak sengaja melihat benda-benda mencurigakan di area pekarangan luar.

“Pihak keluarga menaruh kecurigaan kuat karena menemukan barang-barang pribadi milik korban, berupa sandal dan bungkusan rokok, tergeletak persis di bibir sumur tua dekat lokasi,” terang Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida, Cakra Negara.

Berbekal kecurigaan tersebut, warga bergotong-royong melakukan pengurasan air sumur menggunakan mesin pompa air. Begitu air mulai surut, tubuh korban terlihat jelas berada di dasar sumur sedalam kurang lebih 4 meter. Karena keterbatasan alat evakuasi dan sempitnya ruang sumur, warga langsung menghubungi Tim SAR untuk meminta bantuan taktis.

[irp]

Evakuasi Berjalan Cepat, Jenazah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Merespons laporan kritis tersebut, sebanyak 4 personel Rescue Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Nusa Penida langsung diterjunkan ke lokasi pada pukul 13.20 WITA. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 14.00 WITA, tim gabungan langsung melakukan briefing kilat untuk menyiapkan sistem katrol (tripod/hauling system).

Proses evakuasi dari dalam sumur sempit itu berlangsung dramatis namun berjalan sangat taktis berkat kerja sama solid antar unsur di lapangan.

“Sekitar pukul 14.40 WITA, korban akhirnya berhasil kita evakuasi dari dasar sumur. Namun, korban dipastikan sudah dalam keadaan Meninggal Dunia (MD). Jasad korban selanjutnya langsung kita serahkan kepada pihak keluarga di rumah duka,” pungkas Cakra Negara secara singkat.

Editor: Rudi.