
DENPASAR, Letternews.net – Tren pergerakan arus wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata mengalami dinamika fluktuatif di awal tahun ini. Berdasarkan rilis data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, jumlah kunjungan wisman ke Provinsi Bali pada periode Maret 2026 tercatat menyentuh angka 472.070 kunjungan.
Meskipun performa pariwisata Bali tetap terjaga di atas angka 400 ribu, capaian tersebut secara statistik mengalami penurunan sebesar 4,11 persen jika dibandingkan dengan capaian pada Februari 2026 yang sempat menembus 492.289 kunjungan.
[irp]
Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menjelaskan bahwa secara umum infrastruktur transportasi udara masih menjadi tumpuan utama pintu masuk kedatangan para turis asing ke Bali. Mayoritas wisman tercatat mendarat melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Pihak BPS menilai koreksi tipis pada bulan Maret merupakan siklus musiman (seasonal pattern) yang lumrah terjadi pada industri pariwisata global sebelum memasuki masa liburan musim panas (high season).
[irp]
Dari peta geopolitik asal negara, para pelancong dari Negeri Kangguru terbukti masih menjadi pasar paling loyal sekaligus penyumbang devisa terbesar bagi sektor pariwisata Bali.
“Turis asal Australia tetap menjadi jawara dengan menyumbang total 119.777 kunjungan pada Maret 2026. Angka ini setara dengan 25,37 persen atau mencakup seperempat dari keseluruhan total wisman yang berlibur ke Bali,” papar Agus Gede Hendrayana Hermawan.
Selain Australia, dinamika persaingan pasar internasional di Bali juga diwarnai oleh performa impresif dari negara-negara Asia dan Eropa. Berikut adalah rincian peta lima besar negara penyumbang wisman terbanyak ke Bali sepanjang Maret 2026:
[irp]
Australia: 119.777 kunjungan (25,37%)
India: 42.460 kunjungan
China (Tiongkok): 32.497 kunjungan
Inggris: 24.206 kunjungan
Amerika Serikat: 23.003 kunjungan
Sinergi promosi pariwisata yang berkelanjutan antara pemerintah dan pelaku industri kini terus difokuskan pada diversifikasi destinasi. Langkah ini diambil agar pasar sekunder seperti India dan Tiongkok dapat terus digenjot guna menutup celah penurunan musiman pada bulan-bulan berikutnya.
Editor: Rudi.