
JAKARTA, Letternews.net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan langkah baru dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Dalam pengembangan perkara terbaru ini, tim penyidik lembaga antirasuah bergerak melancarkan penggeledahan di dua lokasi strategis di Kudus, Jawa Tengah, yakni Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus serta Kantor PT Djarum, pada Rabu (28/10/2026).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan perihal rangkaian tindakan penggeledahan tersebut saat memberikan keterangan pers resmi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
“Dalam pengembangan penyidikan ini, penyidik kemudian melakukan penggeledahan di Kantor Bea Cukai Kudus. Selain itu, tim juga melakukan penggeledahan di Kantor PT Djarum. KPK melakukan pengembangan penyidikan perkara terkait bea dan cukai dengan menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru per Oktober 2026,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Budi Prasetyo menjelaskan bahwa pengembangan kasus Bea Cukai per Oktober 2026 ini merupakan ranah penyidikan baru dan terpisah dari dua pengembangan kasus yang sempat dirilis pada 21 Juli 2026 lalu.
Karena proses hukum saat ini masih berjalan menggunakan skema sprindik umum, KPK menegaskan belum menetapkan nama tersangka baru secara spesifik dalam kluster penggeledahan di Kudus tersebut.
Sebagaimana diketahui, pengusutan skandal korupsi di lingkungan Bea Cukai ini berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilancarkan KPK pada Februari 2026. Hingga 26 Agustus 2026, KPK telah mengumumkan delapan orang tersangka dalam kluster penindakan sebelumnya, antara lain:
Rizal (Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat)
Sisprian Subiaksono (Kepala Subdirektorat Intelijen Bea Cukai)
Orlando Hamonangan (Kepala Seksi Penindakan II Bea Cukai)
John Field (Pemilik Blueray Cargo)
Dedy Kurniawan (Manajer Operasional Blueray Cargo)
Andri (Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo)
Budiman Bayu Prasojo (Kepala Seksi Intelijen Cukai Bea Cukai)
Gatot Heroe Hernanda (Kepala Kantor Bea Cukai Kediri)
Tim penyidik KPK terus bekerja mengumpulkan alat bukti serta mendalami keterkaitan barang bukti elektronik maupun dokumen yang disita dari hasil penggeledahan di Kudus guna memperterang konstruksi perkara korupsi di lingkungan DJBC Kemenkeu RI.