
JAKARTA, Letternews.net – Peta politik nasional kembali diguncang oleh keputusan besar. Langkah Ketua Umum Partai Buruh yang memilih bergabung ke dalam barisan Kabinet Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto langsung memicu pergolakan internal yang luar biasa hebat.
Tidak tanggung-tanggung, keputusan sepihak tersebut direspons dengan pengunduran diri massal yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Buruh, Ferri Nuzarli. Aksi hengkang massal ini diklaim melibatkan sedikitnya 1,3 juta anggota di berbagai tingkatan daerah.
[irp]
Aksi mundur massal ini menjadi salah satu torehan sejarah keretakan partai paling masif di awal periode pemerintahan. Ferri Nuzarli menegaskan bahwa langkah politik yang diambil oleh sang ketua umum telah menciderai mandat awal pendirian partai yang seharusnya konsisten membela hak-hak pekerja dari luar lingkar kekuasaan.
Menurut Ferri, masuknya pucuk pimpinan ke dalam kabinet dinilai sebagai bentuk kompromi politik yang mengorbankan garis perjuangan kaum buruh.
“Kami mendirikan partai ini untuk menjadi penyambung lidah kaum pekerja yang independen. Ketika ketua umum memilih masuk ke dalam kabinet pemerintahan, maka garis perjuangan itu telah bergeser. Oleh karena itu, saya bersama 1,3 juta basis anggota resmi menyatakan mundur dari kepengurusan dan keanggotaan Partai Buruh,” tegas Ferri Nuzarli dalam konferensi pers daruratnya.
[irp]
Kehilangan figur Sekjen beserta jutaan anggota struktural dipastikan akan memberikan dampak domino yang sangat serius bagi eksistensi Partai Buruh di panggung politik Indonesia. Beberapa dampak instan yang mulai terlihat di antaranya:
Kelumpuhan Struktural: Pengunduran diri Ferri Nuzarli otomatis membuat roda administrasi pusat partai mengalami kekosongan kepemimpinan yang krusial.
Eksodus Massal di Daerah: Jutaan kader di tingkat wilayah dan daerah dilaporkan mulai ikut merobek kartu tanda anggota (KTA) sebagai bentuk solidaritas atas sikap sang Sekjen.
Sengkarut internal ini kini memicu pertanyaan besar di kalangan pengamat politik mengenai masa depan gerakan buruh di Indonesia. Publik kini menanti langkah hukum dan reposisi organisasi yang akan diambil oleh sisa pengurus Partai Buruh yang memilih bertahan di dalam koalisi pemerintahan Prabowo.
Editor: Rudi