Jaga Warisan Kuliner, Chef Kadek Yuniantara Serukan Gerakan Minim Plastik dan Revitalisasi Bahan Lokal di Industri Hotel

 Jaga Warisan Kuliner, Chef Kadek Yuniantara Serukan Gerakan Minim Plastik dan Revitalisasi Bahan Lokal di Industri Hotel

Foto: Chef Kadek Yuniantara bahas pentingnya sustainability di bidang kuliner, mulai dari pengurangan plastik hingga penggunaan bahan lokal demi jaga warisan budaya.

BADUNG, Letternews.net – Tren industri kuliner global kini tidak lagi hanya soal rasa, melainkan sejauh mana sebuah dapur mampu menerapkan prinsip keberlanjutan (sustainability). Hal inilah yang ditekankan oleh Chef Kadek Yuniantara, seorang Professional Chef & Food Enthusiast berpengalaman, saat ditemui oleh wartawan Letternews, Kamis (15/01/2026).

Sosok Executive Chef yang merupakan lulusan PPLP Dhyana Pura ini, kini tengah gencar menyuarakan pentingnya meminimalisir penggunaan plastik di area dapur serta kembali mencintai bahan baku lokal agar tidak punah tertelan zaman.

BACA JUGA:  Santri Pondok Pesantren SPEAM Torehkan Prestasi Gemilang

Edukasi dan Diet Plastik di Dapur Profesional

Bagi Chef Kadek, edukasi kepada tim dapur dan staf perhotelan adalah kunci utama dalam mengurangi jejak karbon. Penggunaan plastik sekali pakai dalam proses food preparation maupun penyajian mulai diganti dengan material yang lebih ramah lingkungan.

“Kita harus mulai disiplin. Sustainability bukan sekadar tren, tapi kebutuhan. Meminimalisir plastik di dapur profesional memang menantang, namun melalui edukasi yang konsisten dan rekayasa menu yang tepat, hal itu sangat mungkin dilakukan,” ujar Chef Kadek yang dikenal ahli dalam bidang Menu Engineering ini.

BACA JUGA:  Perkuat Kompetisi Global, ICA Bali dan PPLP Dhyana Pura Resmi Jalin Sinergi Strategis Lewat Penandatanganan MoU

Revitalisasi Produk Lokal: Melawan Lupa

Selain masalah lingkungan, Chef Kadek Yuniantara sangat menaruh perhatian pada pelestarian bahan baku lokal Bali dan Indonesia. Menurutnya, banyak bahan baku lokal yang mulai “hilang dimakan zaman” karena kalah bersaing dengan produk impor.

Sebagai seorang profesional yang ahli dalam masakan Mediterania namun tetap berpijak pada akar budaya lokal, ia selalu berupaya memasukkan bahan lokal ke dalam menu-menu modern.

“Bahan lokal kita luar biasa kualitasnya. Jika kita para chef tidak menggunakannya dan tidak memperkenalkannya kepada tamu, maka bahan-bahan ini akan hilang. Kita harus bangga menggunakan produk lokal, mengemasnya secara modern tanpa menghilangkan identitasnya,” tambahnya.

BACA JUGA:  Isu Bali Sepi Terbantah Data! Kunjungan Wisman Tembus 6,8 Juta, Gubernur Koster: Prediksi 7 Juta di Akhir Tahun

Keahlian Manajerial untuk Efisiensi Biaya

Berbekal pengalaman panjang di industri perhotelan, Chef Kadek juga menekankan bahwa penggunaan bahan lokal tidak hanya berdampak baik bagi ekosistem, tetapi juga sangat efektif dalam Cost Management (Manajemen Biaya).

“Dengan menggunakan bahan lokal, kita memotong rantai distribusi, mendapatkan bahan yang lebih segar, dan tentu saja biaya yang lebih terkendali. Ini adalah strategi bisnis yang sehat sekaligus berkelanjutan,” tutup praktisi yang mahir dalam pengoperasian sistem MICROS dan pembukaan restoran ini.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: