LetterNews
03 November 2026
13:35 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
03 July 2026 23:48 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 03 July 2026, 23:48 WITA

Karya Agung 30 Tahunan Desa Sibanggede, Wagub Giri Prasta Mundut Pralingga Ida Bhatara ring Catus Pata

Foto: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri prosesi ritual sakral Upacara Tawur Labuh Gentuh yang digelar meriah di kawasan Catus Pata Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Jumat (3/7/2026).

BADUNG, Letternews.net – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri prosesi ritual sakral Upacara Tawur Labuh Gentuh yang digelar meriah di kawasan Catus Pata Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Jumat (3/7/2026). Upacara tingkat utama ini merupakan bagian dari rangkaian Karya Piodalan Padudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa, lan Ngusaba Nini di Pura Desa, Desa Adat Sibanggede.

Dalam sambrama wacana (sambutan) resminya, Wagub Giri Prasta menyampaikan apresiasi mendalam atas tingginya komitmen dan semangat gotong royong krama Desa Sibanggede dalam menjaga warisan tradisi leluhur. Menurutnya, pelaksanaan karya adat secara berkelanjutan menjadi bukti nyata kuatnya nilai swadharma masyarakat adat Bali dalam menjaga keseimbangan alam antara sekala dan niskala.

“Desa Sibanggede ini tidak asing bagi saya. Saya mengetahui bagaimana para leluhur secara turun-temurun melaksanakan swadharma yang utama. Hari ini, tradisi itu kembali dilaksanakan dengan penuh semangat oleh krama,” ujar Wagub Nyoman Giri Prasta di hadapan ribuan pemedek.

[irp]

Posisi Istimewa Catus Pata Sibanggede, Tradisi Agung Setiap Tiga Dekade

Giri Prasta memaparkan bahwa Catus Pata (perempatan agung) Desa Sibanggede memiliki posisi teologis dan sosiologis yang sangat istimewa. Kawasan ini merupakan titik pusat desa yang dikelilingi perempatan jalan dari empat penjuru mata angin, serta menjadi poros bertemunya puri, pura, pasar, dan pusat aktivitas ekonomi krama.

Tatanan spiritual yang matang ini membuktikan bahwa para leluhur Desa Sibanggede terdahulu memiliki kearifan visioner yang luar biasa. Oleh sebab itu, upacara berskala besar (karya utama) ini digelar secara khusus dalam siklus waktu setiap 30 tahun sekali.

Sebagai wujud nyata dukungan pelestarian adat, Giri Prasta menegaskan bahwa komitmen pengawalan terhadap karya ini telah ia berikan sejak dirinya menjabat sebagai Bupati Badung, termasuk melalui fasilitasi kebijakan penganggaran daerah.

Demi menjaga kesinambungan sejarah, Wagub Giri Prasta mendorong panitia agar segera membuat prasasti khusus sebagai penanda tertulis siklus pelaksanaan karya utama tiga dekade ini. Dokumentasi autentik tersebut dinilai vital agar generasi muda penerus adat tidak kehilangan obor sejarah kelak di kemudian hari.

[irp]

Hibah Pemkab Badung Rp1,5 Miliar Topang Gotong Royong 12 Banjar

Selain menyaksikan jalannya ritual penyamblehan caru dan mengheningkan cipta, Wagub Giri Prasta juga mendapatkan kehormatan untuk mundut pralingga Ida Bhatara. Pada kesempatan yang sama, ia menyerahkan sumbangan dana pribadi (punia) sebesar Rp25 juta sebagai stimulan kelancaran karya.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya, I Ketut Darma, menjelaskan bahwa pelaksanaan Yadnya Padudusan Agung Menawa Ratna Medasar Caru Labuh Gentuh di Pura Desa Sibanggede merupakan mufakat bulat hasil paruman (rapat) krama.

Berdasarkan dudonan acara, puncak karya suci dijadwalkan bakal berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026 mendatang. Sementara itu, untuk Upacara Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini akan dilaksanakan pada Kamis, 9 Juli 2026.

I Ketut Darma menambahkan bahwa pembiayaan karya agung ini ditopang penuh oleh dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp1,5 miliar, dana punia swadaya krama Desa Adat Sibanggede, serta kontribusi dari para pelaku usaha lokal. Seluruh rangkaian upakara melibatkan sinergi fisik dan spiritual dari para serati, tukang ulam, serta krama adat dari 12 banjar dinas/adat di wilayah Sibanggede.

Editor: Rudi