Drama OTT ‘Cross Day’ di Pati: KPK Bongkar Siasat Tim 8 Sembunyikan Aliran Uang Karungan ke Bupati Sudewo

 Drama OTT ‘Cross Day’ di Pati: KPK Bongkar Siasat Tim 8 Sembunyikan Aliran Uang Karungan ke Bupati Sudewo

Foto: KPK ungkap drama OTT Bupati Pati Sudewo yang berlangsung lintas hari. Dari siasat reset HP hingga peran misterius ‘Tim 8’ koordinator kecamatan.

JAKARTA, Letternews.net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya membeberkan detail dramatis di balik Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pati periode 2025–2030, Sudewo. Operasi senyap yang berlangsung dari Minggu malam hingga Senin pagi tersebut ternyata penuh dengan drama penghilangan jejak digital hingga penggunaan sistem koordinator lapangan yang rapi.

Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa operasi kali ini bersifat cross day (lintas hari), di mana penangkapan dilakukan secara bertahap untuk memutus komunikasi antar-pelaku.

BACA JUGA:  Musda XV PHRI Bali: Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati Jadi Calon Tunggal Ketua 2025–2030, Siap Pimpin Pariwisata Bangkit Melalui Kolaborasi dan Inovasi

Penangkapan Bertahap dan Strategi Lintas Hari

Tidak seperti OTT pada umumnya yang dilakukan serentak, tim penyidik KPK harus bergerak dari jam ke jam untuk menciduk satu per satu pihak yang terlibat.

“Waktu OTT-nya itu cross, dari Minggu (18/01) malam sampai Senin (19/01) pagi. Tidak langsung 8 atau 9 orang ini ditangkap serentak. Ada yang jam 8 malam, jam 11 malam, jadi waktunya berlainan,” ungkap Asep dalam konferensi pers, Rabu (21/01/2026).

Langkah ini dilakukan untuk menghindari kebocoran informasi yang lebih luas serta meminimalisir potensi bentrokan dengan massa pendukung fanatik di lapangan.

BACA JUGA:  Gubernur Bali Wayan Koster Raih Penghargaan Innovation Public Official Leader dari tvOne

Misteri ‘Tim 8’ dan Penghilangan Jejak Digital

Kendala terbesar yang dihadapi tim di lapangan adalah memutus rantai komunikasi yang sangat rapi. Asep mengakui tim sempat kesulitan menghubungkan temuan uang di tangan pengepul dengan sang Bupati. Para perantara, yang dikenal sebagai “Tim 8” atau koordinator kecamatan, awalnya memilih bungkam.

“Di lapangan kita enggak tahu nih, ini siapa? Baru tahu ini orangnya bupati setelah pemeriksaan berjam-jam. Kita tanya kepala desa yang lain, baru ketahuan bagannya,” jelas Asep.

Situasi diperparah dengan aksi reset telepon seluler secara massal oleh para pelaku sesaat sebelum diamankan. Upaya penghilangan jejak digital ini menunjukkan adanya kebocoran informasi di awal operasi.

“Betul kesulitan menghubungkannya. Belum lagi mereka enggak ngaku. Ada juga HP yang sudah direset. Itu dinamika di lapangan,” tambahnya.

BACA JUGA:  Pertikawan Nasional Ke-II Tahun 2024, Upaya FOLU Net Sink 2030 Menuju Indonesia Hijau

Aliran Dana Perangkat Desa

Kasus ini kini memfokuskan pada dugaan pemerasan massal terhadap calon perangkat desa di Kabupaten Pati. Dengan terungkapnya struktur ‘Tim 8’, KPK kini tengah menelusuri sejauh mana aliran uang tersebut mengalir dan siapa saja oknum pejabat di bawah Sudewo yang ikut menikmati “uang panas” dalam karung tersebut.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: