Bali Digital Innovation Festival 2026: Gubernur Koster Siapkan Fondasi ‘Pulau Digital’ yang Mandiri
Uji Taji Calon Jaksa, Kejari Badung Gelar Lomba Cerdas Cermat Mentoring “Kakak-Adik Asuh”
Foto: Kejari Badung gelar Lomba Cerdas Cermat Mentoring bagi Calon Jaksa sebagai evaluasi kompetensi. Kadek Devia raih Juara I & dihadiahi Toga Jaksa.

BADUNG, Letternews.net – Guna mencetak aparat penegak hukum yang mumpuni dan berintegritas, Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung menggelar Lomba Cerdas Cermat Mentoring (Kakak–Adik Asuh) bagi para Calon Jaksa, Selasa (28/4). Bertempat di Aula Kantor Kejari Badung, kegiatan ini menjadi ajang evaluasi krusial untuk mengukur kesiapan para calon jaksa sebelum terjun sepenuhnya ke dunia penegakan hukum.
Acara ini dihadiri langsung oleh Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi Bali, Sukamto, S.H., M.H., serta Kepala Kejaksaan Negeri Badung, Sutrisno Margi Utomo, S.H., M.H., yang telah memimpin instansi tersebut selama dua tahun terakhir.
Evaluasi Ketat Menuju Jaksa Profesional
Lomba cerdas cermat ini merupakan kelanjutan dari Program Mentoring yang telah berjalan sejak Juli 2025. Para calon jaksa (adik asuh) diuji pemahamannya terkait materi fundamental seperti KUHP, KUHAP terbaru, administrasi pelayanan, hingga kode etik profesi jaksa.
Dewan juri yang terdiri dari para Kepala Seksi (Kasi) di lingkungan Kejari Badung memberikan pertanyaan langsung yang menuntut peserta untuk berpikir cepat, tepat, dan komprehensif.
“Program mentoring ini bertujuan meningkatkan profesionalitas dan integritas. Kami ingin calon jaksa memiliki pemahaman yang utuh terkait penegakan hukum dan etika profesi,” jelas pihak Kejari Badung.
Kadek Devia Raih Juara I, Siap Gunakan Hati Nurani
Berdasarkan penilaian dewan juri, Kadek Devia Dewisyara Cahyani, S.H., berhasil keluar sebagai Juara I dengan nilai tertinggi 450. Disusul oleh Ni Nyoman Indah Pratiwi, S.H. (Juara II) dan I Made Adi Sanjaya, S.H. (Juara III).
Sebagai bentuk apresiasi dan simbolis kesiapan tugas, Kajari Badung Sutrisno Margi Utomo menyerahkan hadiah berupa Baju Toga Jaksa Penuntut Umum dan Tas Sidang kepada sang jawara.
“Harapannya, sang juara kelak dapat menjadi Jaksa yang mumpuni, selalu menggunakan hati nurani dalam setiap perkara, berbakti pada bangsa, serta tetap taat pada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Sutrisno Margi Utomo penuh harap.
Melalui program berkelanjutan ini, Kejari Badung optimis para calon jaksa akan memiliki kesiapan matang dalam mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) serta menjadi garda terdepan penegakan hukum yang berintegritas.
Editor: Rudi.







