Dini Hari Berdarah di Pemelisan Kuta Utara: Pesta Malam Pecah, WNA Saling Hantam Pakai Botol Kaca
Foto: Ilustrasi gambar perkelahian
BADUNG, Letternews.net – Kawasan Pemelisan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, mendadak berubah mencekam pada Jumat dini hari (22/5/2026) sekitar pukul 01.30 WITA. Atmosfer pesta malam yang awalnya meriah di salah satu tempat hiburan seketika kacau berantakan setelah keributan hebat antar Warga Negara Asing (WNA) pecah dan berujung aksi kekerasan brutal menggunakan senjata botol kaca.
Insiden berdarah di pusat wisata malam ini menambah panjang daftar kelola pengamanan wilayah hukum Kuta Utara yang kerap melibatkan wisatawan mancanegara.
Lantai Dipenuhi Darah, Pengunjung Hiburan Malam Berhamburan
Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di jagat media sosial, bentrokan fisik tersebut berlangsung sangat cepat dan beringas. Korban dilaporkan mengalami luka robek cukup serius akibat hantaman botol kaca, dengan darah segar yang mengalir deras hingga mengotori area lantai tempat hiburan.
Situasi di lokasi kejadian langsung diselimuti kepanikan massal. Ratusan pengunjung tampak berhamburan menyelamatkan diri keluar dari bangunan, sementara sebagian lainnya berteriak histeris meminta pertolongan medis sembari mencoba melerai adu jotos yang terus memanas.
Melihat kondisi yang semakin tidak terkendali, petugas keamanan internal (security) bergerak taktis mengevakuasi korban yang mengalami pendarahan parah ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Suasana tegang pun terus bertahan hingga sisa pengunjung memilih kabur menjauhi tempat kejadian perkara (TKP).
Aparat Kepolisian Turun Tangan Selidiki Identitas Pelaku
Hingga berita ini diturunkan, pemicu utama dari bentrokan berdarah antar warga asing tersebut masih belum diketahui secara pasti. Pihak kepolisian dari Polsek Kuta Utara telah turun tangan ke lokasi untuk melakukan olah TKP, mengumpulkan bukti petunjuk, serta memeriksa sejumlah saksi mata yang berada di tempat kejadian saat insiden pecah.
Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman intensif dan belum merilis pernyataan resmi terkait identitas lengkap pelaku, korban, maupun kronologi mendetail mengenai motif di balik perkelahian brutal tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bagi pelaku industri pariwisata malam di Kuta Utara. Tanpa adanya sistem pengamanan berlapis dan pengawasan ketat terhadap peredaran minuman beralkohol, pusat-pusat hiburan malam di Bali berisiko tinggi berubah menjadi arena kekerasan terbuka yang mencoreng citra pariwisata aman di mata dunia.
Editor: Rudi.








