
DENPASAR, Letternews.net – Proyek strategis penguatan infrastruktur kesehatan di Kota Denpasar menunjukkan tren performa yang sangat positif. Pembangunan Gedung Policentral Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya senilai sekitar Rp100 miliar kini resmi memasuki minggu keempat masa pengerjaan, dengan realisasi fisik di lapangan berhasil melampaui target yang telah dicanangkan.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, Putu Tony Marthana Wijaya, mengonfirmasi bahwa akselerasi pengerjaan konstruksi ini berjalan mulus sesuai jadwal baku.
Berdasarkan laporan resmi dari Manajemen Konstruksi (MK) hingga akhir Juni 2026, realisasi fisik pembangunan telah menyentuh angka 3,395 persen. Sementara target akumulatif pada periode yang sama dipatok di angka 2,187 persen, sehingga proyek ini mencatat deviasi positif sebesar +1,209 persen.
“Pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan progresnya saat ini berada di atas target yang telah direncanakan,” ujar Putu Tony Marthana Wijaya, Kamis (2/7/2026).
Pekerjaan konstruksi skala besar ini digarap berdasarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dengan lini masa pelaksanaan terhitung sejak 2 Juni hingga target rampung pada 21 Desember 2026. Selama periode tersebut, pihak kontraktor ditargetkan menuntaskan seluruh struktur bangunan gedung hingga siap difungsikan secara total.
Gedung Policentral RSUD Wangaya ini dirancang setinggi lima lantai yang diproyeksikan penuh menjadi pusat pelayanan poliklinik terpadu. Ir. A. A. Istri Agung Gangga Devi Mayun, ST., MT., selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, menegaskan fasilitas ini dibangun untuk mendongkrak kapasitas pelayanan rawat jalan yang tren kunjungannya terus melonjak tajam dari tahun ke tahun, sekaligus memberikan sistem layanan medis yang lebih terintegrasi.
Pembangunan infrastruktur medis monumental ini sepenuhnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni Kota Denpasar Tahun Anggaran 2026. Langkah ini diambil secara taktis oleh Pemerintah Kota Denpasar setelah rencana pengembangan fisik rumah sakit melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dipastikan tidak terealisasi.
Demi menjamin hak pelayanan kesehatan masyarakat tidak tertunda, Pemkot Denpasar langsung mengunci alokasi mandiri sekitar Rp100 miliar. Langkah taktis ini menjadi bagian dari peta jalan jangka panjang RSUD Wangaya untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama di Provinsi Bali.
Melihat capaian impresif di awal fase ini, Pemkot Denpasar optimistis Gedung Policentral dapat diserahterimakan tepat waktu pada akhir Desember 2026, sehingga manfaat fasilitas modern ini bisa langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat luas.
Editor: Rudi