LetterNews
03 November 2026
00:53 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
20 August 2026 23:18 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 20 August 2026, 23:18 WITA

Cegah Radikalisme, Kapolda Bali Tegaskan Pentingnya Perkuat Benteng Ideologi Personel Polri

Foto: Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si.

DENPASAR, Letternews.net – Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., membuka Seminar Penguatan Ketahanan Ideologi dan Pencegahan Paham Radikal bagi Pegawai Negeri pada Polri Polda Bali di Gedung Presisi Polda Bali, Denpasar, Kamis (20/8/2026).

Seminar yang digelar secara hybrid tersebut dihadiri Pejabat Utama (PJU) beserta personel Polda Bali. Kegiatan ini bertujuan memperkuat mental serta imunitas ideologi anggota Polri dari ancaman paham radikalisme, intoleransi, dan ekstremisme yang kian adaptif di era digital.

“Sebelum menjaga masyarakat dari berbagai ancaman, kita harus memastikan personel Polri memiliki benteng ideologi dan karakter yang kuat. Jangan sampai anggota Polri justru mudah terpengaruh paham yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI,” tegas Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, Kamis (20/8/2026).

[irp]

Waspadai Penyebaran Radikalisme Lewat Media Sosial

Kapolda Bali mengingatkan bahwa ancaman radikalisme saat ini tidak lagi selalu muncul secara terbuka. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial membuat penyebaran paham intoleran dapat menyasar siapa saja tanpa memandang latar belakang.

Berikut beberapa poin utama yang disoroti dalam seminar ketahanan ideologi tersebut:

  • Penyebaran Terselubung: Paham radikal kerap tumbuh perlahan dari cara pandang yang tertutup, merasa paling benar, hingga berkembang menjadi pembenaran terhadap aksi kekerasan.

  • Kolaborasi Lintas Lembaga: Seminar menghadirkan pakar dari BNPT (Brigjen Pol Iwan Ristiyanto), Densus 88 Antiteror (Kombes Pol Antonius Agus Rahmanto), akademisi Universitas Udayana (Dr. Ni Nyoman Dewi Pascarani), FKUB Bali (H. Samul Hadi), serta mantan anggota Polri terpapar, Muhammad Sofyan Tsauri.

[irp]

  • Toleransi Penjaga Bali: Keberagaman di Bali ditegaskan bukan sebagai sumber perpecahan, melainkan modal utama dalam menjaga keamanan dan keharmonisan daerah.

Di akhir pembukaan, Kapolda Bali memberikan penghargaan kepada para narasumber dan berpesan agar seluruh materi tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan bekal nyata dalam menjalankan tugas menjaga Pancasila dan persatuan bangsa.

Editor: Rizal