BI Bali Siapkan Rp3,3 Triliun untuk Kebutuhan Uang Nyepi dan Idulfitri 2026: Cek Lokasi Penukarannya!

 BI Bali Siapkan Rp3,3 Triliun untuk Kebutuhan Uang Nyepi dan Idulfitri 2026: Cek Lokasi Penukarannya!

Foto: Bank Indonesia Provinsi Bali menyiapkan Rp3,3 triliun untuk kebutuhan penukaran uang jelang Nyepi dan Idulfitri 2026 melalui program SERAMBI. Cek lokasi dan cara tukarnya!

DENPASAR, Letternews.net – Menjelang momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang saling berdekatan, yakni Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali resmi meluncurkan Program SERAMBI 2026 (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri).

Dalam kegiatan Kick Off yang digelar di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Kamis (19/2/2026), Bank Indonesia memproyeksikan kebutuhan uang kartal di Bali meningkat sebesar 6% dibandingkan tahun lalu, dari Rp3,1 triliun menjadi Rp3,3 triliun.

[irp]

Strategi Memenuhi Kebutuhan Uang Pecahan Kecil

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyatakan bahwa kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas ekonomi dan kunjungan wisatawan ke Bali saat libur panjang.

“Bali sebagai daerah wisata biasanya mengalami lonjakan kunjungan saat libur hari raya. Hal ini tentu diikuti dengan tambahan kebutuhan uang pecahan kecil di masyarakat,” jelas Erwin.

Untuk memfasilitasi hal tersebut, BI bersama perbankan di Bali telah menyiapkan:

  • 169 layanan penukaran yang tersebar di 43 titik strategis seluruh wilayah Bali.

  • 22.286 Paket Penukaran, jumlah yang lebih besar dibandingkan kuota tahun lalu.

  • Aplikasi PINTAR: Masyarakat diimbau melakukan pemesanan melalui situs pintar.bi.go.id agar layanan lebih tertib dan nyaman.

[irp]

Dukungan Pemerintah dan Solidaritas Sosial

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Pemprov Bali, I Wayan Ekadina, yang mewakili Wakil Gubernur Bali, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, tingginya kebutuhan uang menunjukkan tren positif pertumbuhan ekonomi Bali yang berkesinambungan.

Selain penukaran uang, acara ini juga diwarnai dengan aksi sosial, di antaranya:

  1. Penyaluran Bansos Non-Tunai: Penyerahan simbolis PKH dan Program Sembako untuk transparansi distribusi bantuan.

  2. Sembako BMPD: Penyerahan 422 paket sembako dari Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Bali bagi masyarakat yang membutuhkan.

  3. Edukasi Generasi Muda: Pelibatan Yowana Bali dan Edukator Dewata (Jegeg Bagus, Teruna Teruni, dsb) untuk mensosialisasikan program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

[irp]

Imbauan Transaksi Digital dan Keamanan

Menutup rangkaian acara, dilakukan flag off Mobil Kas Keliling dari 12 bank di Bali. Erwin Soeriadimadja berpesan agar masyarakat tidak melakukan penukaran uang melalui jasa tidak resmi guna menghindari risiko uang palsu atau selisih jumlah.

“Kami mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan penggunaan transaksi digital seperti QRIS, mobile banking, dan uang elektronik untuk transaksi yang lebih aman dan efisien,” tutupnya.

Editor: Rudi.

Bagikan: