
JEMBRANA, Letternews.net – Pemerintah Kabupaten Jembrana secara resmi menerjunkan ratusan pejuang data untuk mengawal kesuksesan agenda strategis nasional. Sebanyak 312 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 Kabupaten Jembrana resmi dilepas untuk melaksanakan pendataan komprehensif di seluruh wilayah Bumi Makepung, terhitung mulai tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 mendatang.
Mewakili Bupati Jembrana, Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Wabup Ipat) secara simbolis memasangkan rompi dan name tag resmi Sensus Ekonomi 2026 kepada perwakilan petugas.
Prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat tersebut dirangkaikan dengan aksi gotong royong bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Jembrana beserta jajaran Polres Jembrana di halaman Sirkuit All In One, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana pada Jumat (12/6/2026).
Dalam arahannya, Wabup Ipat menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukanlah sekadar kegiatan seremonial atau rutinitas tahunan biasa. Agenda ini merupakan pijakan krusial dalam menghadirkan basis data yang valid, akurat, dan tepercaya untuk menyusun arah kebijakan pembangunan jangka menengah hingga jangka panjang.
[irp]
Wabup Ipat memberikan peringatan keras kepada seluruh petugas agar mengedepankan ketelitian, integritas, dan kejujuran selama melakukan wawancara di lapangan. Hal ini dikarenakan setiap data yang terlewat atau tidak valid akan memicu bias informasi yang berdampak fatal pada kualitas keputusan yang diambil oleh pemerintah.
Guna memaksimalkan akurasi, Badan Pusat Statistik (BPS) menerapkan strategi penugasan berbasis domisili tempat tinggal petugas. Pola ini diharapkan mampu mendongkrak motivasi, tanggung jawab, serta penguasaan medan wilayah oleh petugas sensus.
“Data yang hilang akan menimbulkan bias. Di sinilah tugas dan tanggung jawab bapak dan ibu sekalian untuk mendapatkan seluruh potret kehidupan ekonomi masyarakat Jembrana dari seluruh kalangan yang ada. Sensus ini tidak setiap tahun dilaksanakan. Hasilnya akan digunakan untuk rujukan 5 sampai 10 tahun ke depan. Karena itu, harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh,” tegas Wabup Ipat.
Wabup Ipat juga menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan daerah, mulai dari tingkat camat, lurah, hingga kepala dusun/kaling untuk memberikan dukungan penuh dan mengawal pergerakan petugas agar seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha dapat terjangkau tanpa ada yang terlewat (no one left behind).
[irp]
Di sisi teknis operasional, Kepala BPS Kabupaten Jembrana, I Wayan Putrawan, memaparkan skala target yang wajib dituntaskan oleh jajarannya dalam kurun waktu kurang lebih 2,5 bulan ke depan. Di wilayah administrasi Jembrana, sasaran objek pendataan tercatat sangat masif.
Ruang lingkup pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Jembrana mencakup:
Sektor Rumah Tangga: Menyasar sekitar 92 ribu keluarga untuk memetakan kondisi ekonomi mikro.
Sektor Bisnis: Mendata lebih dari 44 ribu unit usaha mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga industri besar.
Alokasi SDM: Dikawal langsung oleh 312 petugas lapangan terlatih yang tersebar di 5 kecamatan.
Wabup Ipat kembali mengetuk hati para petugas untuk memegang teguh sumpah dan ikrar profesi mereka. Petugas diminta aktif menggali informasi secara objektif sesuai fakta rill di lapangan, baik pada profil individu maupun unit usaha, guna memastikan seluruh jawaban benar-benar valid serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan hukum demi kemajuan pembangunan Kabupaten Jembrana.
Editor: Rudi.