LetterNews
03 November 2026
03:08 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
01 June 2026 18:11 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 01 June 2026, 18:11 WITA

Pimpin Apel Lahir Pancasila, Wali Kota Jaya Negara Gaungkan Spirit Vasudhaiva Kutumbakam Menuju Denpasar MAJU

Foto: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menjadi Inspektur Upacara pada Apel Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni yang digelar jajaran Pemerintah Kota Denpasar di Halaman Kantor Walikota Denpasar, Senin (1/6).

DENPASAR, Letternews.net – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Apel Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar jajaran Pemerintah Kota Denpasar di Halaman Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (1/6/2026).

Momentum sakral 1 Juni ini dimaknai sebagai pijakan utama untuk membumikan nilai-nilai ideologi bangsa dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, serta dalam menjalankan roda tata kelola pemerintahan daerah.

[irp]

Pancasila Jadi Jangkar Moral Hadapi Turbulensi Geopolitik Global

Apel khidmat ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra, jajaran Forkopimda, serta Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya.

Saat membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Wali Kota Jaya Negara menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan. Dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, ideologi ini terbukti menjadi bintang penuntun (leitstar) di tengah ketidakpastian global.

“Di tengah dunia yang diwarnai ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman ratusan etnik dapat disatukan. Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” kutip Jaya Negara.

[irp]

Sinergi Milenial dan Gen-Z Guna Amalkan Nilai Pancasila secara Kekinian

Usai pelaksanaan apel, Wali Kota Jaya Negara menambahkan bahwa esensi tema peringatan tahun 2026 ini sangat selaras dengan spirit pembangunan Kota Denpasar, yakni Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara.

Memasuki era bonus demografi, Jaya Negara secara khusus mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengarusutamakan Pancasila menggunakan metode dan cara-cara kekinian yang adaptif dengan gaya hidup kaum milenial serta Gen-Z.

[irp]

  • Aksi Nyata: Memperkuat komitmen gotong royong untuk melawan paham intoleransi dan radikalisme di ruang digital.

  • Kolaborasi Daerah: Mengimplementasikan nilai luhur Pancasila ke dalam setiap aspek kebijakan publik.

  • Target Pembangunan: Menyinergikan kekuatan multipihak demi mewujudkan visi Denpasar MAJU (Makmur, Aman, Jujur, dan Unggul).

“Kami mengajak masyarakat Kota Denpasar untuk bersama-sama bergotong royong merawat anugerah Pancasila. Kita harus bekerja sama menjaga kerukunan dan keutuhan sebagai wujud implementasi spirit Vasudhaiva Kutumbakam dalam mewujudkan Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya,” cetus Wali Kota asal Penatih ini.

[irp]

Dirangkaikan dengan Peluncuran Bulan Bung Karno 2026

Sebagai bentuk penghormatan dan aksi nyata pelestarian ajaran Bung Karno, Pemkot Denpasar bersinergi dengan berbagai komunitas kembali menghadirkan Bulan Bung Karno sepanjang bulan Juni 2026. Rangkaian ini digelar untuk memperingati tiga momentum historis: Hari Lahir Pancasila (1 Juni), Hari Lahir Bung Karno (6 Juni), dan Wafatnya Bung Karno (21 Juni).

Panitia telah merancang berbagai aktivitas edukasi kreatif dan aksi sosial yang akan digelar serentak hingga tingkat desa dan kelurahan di seluruh Denpasar, antara lain:

[irp]

  • Lomba pembuatan poster ideologis.

  • Lomba pidato kebangsaan dan pembacaan puisi.

  • Aksi sosial kemanusiaan dan gelar seni budaya daerah.

Pada akhir prosesi apel, Wali Kota Jaya Negara juga menyerahkan penghargaan kehormatan bagi jajaran Paskibraka Kota Denpasar Tahun 2025 serta melepas Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemkot Denpasar yang resmi memasuki masa purna tugas (pensiun) dengan penuh rasa hormat.

Editor: Rudi.