LetterNews
02 November 2026
20:05 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
30 October 2026 06:41 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Rudianto | Dipublikasikan: 30 October 2026, 06:41 WITA

Gubernur Koster Buka Webinar Literasi Digital Polda Bali, Ajak Pemangku Kepentingan Jaga Keamanan Ruang Digital demi Citra Pariwisata World Class

Tanggulangi 1.583 Kasus Kejahatan Siber di Bali Tahun 2026: Sinergi Pemprov Bali dan Polda Bali Perkuat Ekosistem Digital Aman Bagi Wisatawan dan Krama Bali

Langkah responsif membentengi Pulau Dewata dari ancaman kejahatan siber! Gubernur Bali Wayan Koster bersama Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., membuka Webinar Literasi Digital bertema “Bali Aman Digital” di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar (29/10/2026) Foto: Hum

DENPASAR, Letternews.net – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka Webinar Literasi Digital bertema “Bali Aman Digital” yang diselenggarakan secara hibrida melalui kolaborasi strategis Polda Bali dan Pemerintah Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Kamis (29/10/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), pelaku industri pariwisata, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga keamanan serta kondusivitas ruang digital. Langkah ini dinilai vital guna melindungi aktivitas ekonomi warga sekaligus mempertahankan citra Bali sebagai destinasi pariwisata internasional yang aman, nyaman, dan berkualitas tinggi.

Turut hadir dalam acara strategis tersebut Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., Direktur Reserse Siber Polda Bali Kombes Pol. Aszhari Kurniawan, Rektor Universitas Primakara Dr. I Made Artana, Chairman CISSReC Dr. Pratama Dahlian Persadha, serta Kabid Persandian Diskominfos Provinsi Bali I Putu Sundika.

Gubernur Koster memaparkan bahwa lompatan teknologi digital pada tahun 2026 ini membawa manfaat luar biasa, namun di sisi lain menyimpan potensi ancaman kejahatan siber yang kompleks. Mengingat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali sepanjang tahun 2025 telah menembus 7,05 juta kunjungan melampaui rekor pra-pandemi COVID-19 tahun 2019 keamanan reputasi digital Bali menjadi prioritas utama.

“Bali merupakan destinasi pariwisata internasional utama dan menjadi salah satu wajah Indonesia di mata dunia. Ketika saya kuliah tahun 1981, persoalan siber belum ada. Namun sekarang di tahun 2026, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Bali harus tetap kondusif, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Kita harus mampu mengambil manfaat sebesar-besarnya dari teknologi sekaligus mencegah dampak negatif hoaks dan penipuan daring yang merugikan citra daerah,” tegas Gubernur Koster di Denpasar, Kamis (29/10/2026).

Polda Bali Catat 1.583 Pengaduan Siber 2026: Kapolda Pasma Royce Beberkan Modus AI dan Pemalsuan Reservasi

Sementara itu, Kapolda Bali Irjen Pol. Pasma Royce yang hadir sebagai pembicara utama memaparkan bahwa transformasi digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem pariwisata Bali mulai dari promosi destinasi, pemesanan hotel/vila, aplikasi transportasi, hingga sistem transaksi pembayaran elektronik (cashless).

Namun, Kapolda Bali membeberkan data dari Direktorat Reserse Siber Polda Bali yang mencatat sebanyak 1.583 pengaduan masyarakat terkait dugaan kejahatan siber sepanjang tahun 2026, di mana kasus penipuan daring (online scam) menjadi jenis kejahatan yang paling mendominasi.

“Potensi kejahatan siber yang perlu diwaspadai mencakup penipuan tautan phishing, pencurian data pribadi wisatawan, pembajakan akun usaha, pemalsuan reservasi hotel/vila, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk aksi penipuan. Literasi digital dan penguatan koordinasi lintas sektor adalah kunci utama perlindungan publik,” tegas Irjen Pol. Pasma Royce.

Diresrsiber Polda Bali Kombes Pol. Aszhari Kurniawan menambahkan bahwa Webinar “Bali Aman Digital” yang dipandu moderator Dr. Agus Made Yoga Iswara ini bertumpu pada tiga tujuan utama: meningkatkan kesadaran literasi digital krama Bali, memperkuat koordinasi sinergis Pemda, TNI, Polri, serta mendorong keterlibatan aktif komunitas digital dan pelaku pariwisata demi mewujudkan ekosistem siber Bali yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.