LetterNews
02 November 2026
19:13 WITA
BREAKING Diduga Diperas Rp1,5 Miliar Soal Akses Jalan Proyek Co-Living Keramas, Investor Benny Wulur Resmi Polisikan Oknum ke Polda Bali
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
18 October 2026 07:44 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Lilla | Dipublikasikan: 18 October 2026, 07:44 WITA

Resmi Buka Indonesia Tourism Marketing Week 2026, Gubernur Koster Minta Pusat Beri Dana Khusus Infrastruktur Bali

Kontribusi Devisa Tembus Rp176 Triliun: Koster Desak APBN Akomodasi Kondisi Spesifik Bali Demi Bersaing dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand

Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 di Prama Sanur Beach Bali, Denpasar (17/10/2026). Foto: Hum

DENPASAR, Letternews.net – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka ajang pariwisata nasional The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang berlangsung di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Denpasar, Sabtu (17/10/2026). Dalam forum bergengsi tersebut, Gubernur Koster secara tegas menyuarakan urgensi penguatan daya saing pariwisata Bali melalui pembenahan infrastruktur terintegrasi serta dukungan kebijakan pembiayaan proporsional dari Pemerintah Pusat.

ITMW 2026 yang digagas oleh MarkPlus Tourism (MCorp) berlangsung selama lima hari (14–18 Oktober 2026) dengan mengusung tema “Reimagining Tourism: In a Fragmented World!”. Forum ini menghadirkan jajaran pengelola destinasi, pelaku industri, akademisi, hingga praktisi pemasaran nasional.

Founder and Chair MCorp, Hermawan Kartajaya, memberikan pujian terbuka atas kepemimpinan pariwisata Bali.

“Saya pikir, semua harus belajar dari Bali, juaranya di Indonesia,” puji Hermawan Kartajaya saat memaparkan integrasi promosi digital, pemberdayaan komunitas, dan kesiapan ekosistem pariwisata berbasis Kecerdasan Buatan (AI).

Penyumbang 55 Persen Devisa Negara: Koster Usulkan Alokasi 5 Persen APBN untuk Infrastruktur Bali

Dalam arahannya, Gubernur Koster memaparkan kinerja impresif sektor pariwisata Bali. Pada tahun 2025, total kunjungan wisatawan ke Bali mencapai 16,3 juta orang dan berkontribusi hingga 66 persen terhadap PDRB Bali. Tak hanya itu, Bali menyumbang devisa pariwisata sebesar Rp176 triliun atau setara 55 persen dari total devisa pariwisata nasional yang mencapai Rp319,9 triliun.

Kendati demikian, Koster mengingatkan bahwa Bali menanggung beban infrastruktur yang sangat berat karena harus melayani masyarakat lokal sekaligus puluhan juta wisatawan. Permasalahan alih fungsi lahan, kemacetan, pengolahan sampah, keterbatasan transportasi publik, hingga ketersediaan air bersih membutuhkan penanganan mendasar yang tidak bisa disamaratakan (treatment seragam) dengan daerah lain.

“Transfer dana pembangunan untuk infrastruktur selama ini dipolakan dengan treatment yang hampir seragam untuk setiap daerah. Akibatnya, kita tidak memandang wilayah seperti Bali yang memberi kontribusi devisa cukup besar bagi negara. Kalau budaya itu anugerah, tapi untuk mewujudkan pariwisata berkualitas, transportasi, infrastruktur, sampah, dan air bersih harus bagus,” tegas Gubernur Koster.

Koster mengusulkan agar Pemerintah Pusat memberikan skema pembiayaan khusus melalui APBN sekurangnya 5 persen dari total kontribusi devisa Bali (sekitar Rp8,8 triliun) guna mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, konektivitas, dan transportasi publik massal.

Menurut Koster, Bali kini bertarung di panggung internasional melawan destinasi negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

“Negara-negara itu yang kami jadikan role model untuk ditiru. Sebab kalau tidak, daya saing Bali akan turun. Jika infrastruktur Bali kuat, devisa nasional akan melonjak, dan Bali siap menjadi hub untuk mengoneksikan pariwisata ke destinasi Indonesia lainnya,” pungkas Koster.