LetterNews
02 November 2026
20:07 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
23 September 2026 18:52 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Rudianto | Dipublikasikan: 23 September 2026, 18:52 WITA

Pasar India Kian Masif ke Bali, Dispar Bidik Wisatawan ‘Luxury’ hingga MICE

Foto: Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya

DENPASAR, Letternews.net – India semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu pasar paling strategis bagi industri pariwisata Pulau Dewata. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat sebanyak 317.680 wisatawan mancanegara (wisman) asal India berkunjung ke Bali sepanjang periode Januari hingga Juli 2026. Angka fantastis ini sekaligus menempatkan India dalam jajaran tiga besar pasar wisatawan asing terbesar di Bali.

Kontribusi signifikan tersebut juga tercermin pada angka kunjungan bulanan. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, mengungkapkan bahwa sepanjang Juli 2026 saja, sebanyak 39.624 wisman India tercatat datang ke Bali, menyumbang sekitar 8,14 persen dari total keseluruhan kunjungan wisman di bulan tersebut.

“India saat ini memang menjadi salah satu pasar strategis bagi Bali. Jadi memang pasar India memiliki kontribusi yang cukup signifikan,” ujar Sumarajaya saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026).

Bali Jadi Magnet Destination Wedding dan Spiritual Wellness

Menurut Sumarajaya, tingginya minat wisatawan India melengkapi lanskap daya tarik Bali yang sangat beragam. Selain liburan reguler, Pulau Dewata menjadi pilihan utama untuk ceruk pasar premium seperti destination wedding, honeymoon, wisata budaya, spiritual dan wellness, hingga wisata alam serta lifestyle.

Khusus untuk sektor pernikahan internasional (destination wedding), Bali memiliki keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi karena mampu menyajikan fasilitas lengkap, lanskap indah, serta layanan pendukung dalam satu destinasi terpadu.

Beralih ke Quality Tourism: Incar Segmen Luxury dan MICE

Ke depan, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pariwisata tidak hanya berfokus pada kuantitas jumlah kedatangan (quantity tourism). Strategi pengembangan kini digeser menuju penguatan quality tourism guna meningkatkan nilai dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Bali.

Langkah-langkah strategis yang disiapkan antara lain:

  • Penguatan Segmen Premium: Memperkuat penetrasi pada segmen luxury (wisatawan kelas atas), wellness (wisata kesehatan dan kebugaran), serta MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition).

  • Sinergi Industri Pariwisata: Mempererat kolaborasi lintas sektor bersama maskapai penerbangan (airlines), agen perjalanan (travel agent), wedding organizer (WO), serta para pelaku industri pariwisata di India.

  • Peningkatan Lama Tinggal & Belanja: Mendorong peningkatan durasi menginap (length of stay) serta tingkat pengeluaran wisatawan selama berada di Bali.

“Kami akan memperkuat segmen luxury, wellness, dan MICE, sekaligus meningkatkan kerja sama dengan airline, travel agent, wedding organizer, dan pelaku industri pariwisata di India,” tegas Sumarajaya.

melalui orientasi quality tourism ini, pasar India diharapkan tidak sekadar memberikan dorongan angka statistik, melainkan mampu memberikan multiplier effect yang lebih besar bagi perekonomian lokal Bali secara berkelanjutan.