LetterNews
02 November 2026
20:04 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
17 October 2026 13:48 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Rudianto | Dipublikasikan: 17 October 2026, 13:48 WITA

Proyeksi Kunjungan Wisman Tembus 7,2 Juta, Gubernur Koster Minta ASITA Bali Jaga Ekosistem Pariwisata Berkualitas

Sumbang Devisa Rp176 Triliun untuk Negara: Pemprov Bali Dorong Penataan Izin OTA Hingga Kemandirian Energi dan Penanganan Sampah

Gubernur Bali Wayan Koster memproyeksikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali sepanjang 2026 mencapai 7,1 juta hingga 7,2 juta kunjungan, melampaui capaian 2025. Saat membuka Musda XV ASITA Bali di Jimbaran (16/10/2026)

BADUNG, Letternews.net – Gubernur Bali Wayan Koster memproyeksikan angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata sepanjang tahun 2026 bakal menembus 7,1 juta hingga 7,2 juta kunjungan. Proyeksi optimistis ini melampaui capaian tahun 2025 yang mencatatkan angka 7,05 juta kunjungan, sekaligus membuktikan ketangguhan industri pariwisata Bali di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur Koster saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XV Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali Tahun 2026 di Hotel InterContinental Bali, Jimbaran, Badung, Jumat (16/10/2026).

Berdasarkan data resmi Pemprov Bali, jumlah kunjungan wisman dari Januari hingga 30 September 2026 telah menyentuh angka 5,2 juta kunjungan secara year-on-year (YoY).

“Dari Januari sampai 30 September 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sudah mencapai 5,2 juta. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025. Perkiraan kita sampai akhir tahun ini akan melampaui capaian 2025, yakni berkisar 7,1 juta hingga 7,2 juta kunjungan,” papar Gubernur Koster di hadapan ratusan pelaku biro perjalanan wisata.

Penyumbang 55 Persen Devisa Nasional, Pemprov Bali Soroti Izin OTA dan Infrastruktur Energi Masa Depan

Dalam arahannya, Gubernur Koster menekankan bahwa keberhasilan pariwisata Bali memberikan dampak ekonomi yang sangat besar. Sektor pariwisata menyumbang sekitar 66 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali. Bahkan, hampir 45 persen dari total wisman yang masuk ke Indonesia menjadikan Bali sebagai destinasi utama.

Dengan rata-rata pengeluaran wisatawan mencapai 122 dolar AS per hari, Bali menyumbang devisa pariwisata nasional sebesar Rp176 triliun atau setara 55 persen dari total devisa pariwisata Indonesia.

Namun, Koster mengingatkan agar tingginya angka kunjungan diimbangi dengan penataan ekosistem usaha yang sehat, berkeadilan, dan taat regulasi:

  1. Penataan Online Travel Agent (OTA): Menindak tegas praktik akomodasi dan fasilitas pariwisata ilegal yang dipasarkan melalui platform OTA tanpa izin resmi, karena memicu persaingan usaha tidak sehat.

  2. Kemandirian Energi Ramah Lingkungan: Mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) kapasitas 1.550 MW dan PLTS 1.000 MW untuk melepaskan ketergantungan kabel bawah laut Jawa-Bali pada 2031.

  3. Pengelolaan Sampah Berkelanjutan: Mempercepat pengoperasian fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) guna menjaga kesucian dan kebersihan alam Bali.

Sementara itu, Ketua DPD ASITA Bali, I Putu Winastra, menegaskan komitmen ratusan biro perjalanan wisata di bawah naungan ASITA untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam meningkatkan profesionalisme, menjaga persaingan usaha yang sehat, serta memperkuat citra Bali sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya yang berdaya saing global.