LetterNews
02 November 2026
22:38 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
13 October 2026 22:05 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Rudianto | Dipublikasikan: 13 October 2026, 22:05 WITA

Merespons Kelangkaan BBM di Bali, Demer Desak Polisi dan Pertamina Tindak Tegas Penimbun serta SPBU Nakal

Sikat Mafia dan Pengusaha Nakal yang Manfaatkan Kritis Pasokan: Anggota DPR RI Minta Pengawasan Distribusi Pertalite Diperketat Tanpa Pandang Bulu

Anggota DPR RI dari Partai Golkar, Gde Sumarjaya Linggih (Demer). Foto: RD

DENPASAR, Letternews.net – Menyikapi gejolak kelangkaan dan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang melumpuhkan berbagai wilayah di Pulau Dewata beberapa hari terakhir, Anggota DPR RI asal Bali, Gde Sumarjaya Linggih (Demer), angkat bicara tegas. Ia mendesak aparat kepolisian dan PT Pertamina Patra Niaga untuk bertindak cepat, responsif, dan tanpa kompromi menindak oknum penimbun serta pengelola SPBU nakal yang bermain di tengah penderitaan masyarakat.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Demer merespons kondisi krusial di lapangan, di mana masyarakat harus mengantre hingga ratusan meter bahkan mendapati belasan SPBU tutup akibat kehabisan stok Pertalite.

Menurut Demer, selain kendala teknis pasokan dan pengiriman, potensi adanya praktik kecurangan seperti penimbunan BBM bersubsidi, pembelian tak wajar menggunakan tangki modifikasi, hingga permainan oknum SPBU nakal yang menjual ke pihak tak berhak harus diusut tuntas.

“Di tengah situasi sulit seperti ini, jangan sampai ada oknum mafia BBM atau SPBU nakal yang memanfaatkan keadaan untuk mencari keuntungan pribadi! Saya mendesak Polda Bali beserta PT Pertamina Patra Niaga untuk turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan memberikan sanksi hukum paling tegas, termasuk penutupan izin SPBU yang terbukti curang,” tegas Gde Sumarjaya Linggih (Demer) di Denpasar, Selasa (13/10/2026).

Dorong Sinergi Pengawasan Lapangan Demi Kelancaran Pariwisata dan Ekonomi Bali

Lebih lanjut, politisi senior asal Bali ini menekankan bahwa BBM merupakan kebutuhan vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak serta menggerakkan roda perekonomian dan industri pariwisata Bali. Ketidakpastian pasokan BBM di jalan raya berpotensi merusak citra Bali di mata wisatawan mancanegara maupun domestik.

Oleh karena itu, Demer mendorong dibentuknya tim pengawasan terpadu yang melibatkan Kepolisian, Pertamina, Satpol PP, serta Pemprov Bali guna menyisir rantai distribusi dari terminal BBM hingga ke nozzle SPBU secara transparan.

“Pihak Pertamina harus menjamin ketersediaan pasokan sampai ke tingkat bawah, sementara kepolisian harus memastikan tidak ada kebocoran di jalur distribusi. Jika ditemukan ada oknum yang menimbun atau SPBU yang sengaja menahan pasokan, langsung proses hukum pidana dan cabut izin operasionalnya!” pungkas Demer.

Dukungan dan desakan tegas dari wakil rakyat di Senayan ini diharapkan dapat mempercepat tindakan hukum di lapangan serta mengembalikan kestabilan pasokan BBM di seluruh wilayah Bali.