Pimpin YKI Denpasar 2026-2031, Ny. Suwandewi Eddy Mulya Siap Perangi Kanker Lewat Sinergi Global
Hardiknas 2026: Putu Wanda Parahita, Guru Muda SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar yang Menjadikan Empati sebagai Jantung Pendidikan
Foto: Peringati Hardiknas 2026, Putu Wanda Parahita Guru SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar bicara soal peran empati & ketulusan guru BK bagi siswa.

DENPASAR, Letternews.net – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada Sabtu, 2 Mei 2026, sosok guru muda asal Badung, Putu Wanda Parahita Widhi Lantari, S.Pd, berbagi pandangan mendalam mengenai peran krusial Bimbingan Konseling (BK) dalam ekosistem sekolah modern.
Mengabdi di SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar, lulusan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) ini membuktikan bahwa menjadi guru BK di era sekarang bukan lagi soal menjadi “pengawas kedisiplinan”, melainkan menjadi pendengar setia bagi perkembangan karakter siswa.
Pendidikan adalah Tentang Kesabaran dan Ketulusan
Bagi Wanda, sapaan akrabnya, profesi Konselor sekolah adalah sebuah perjalanan spiritual untuk memahami berbagai spektrum emosi manusia. Di usianya yang tergolong muda, ia mampu membawa energi positif yang membuat siswa merasa nyaman untuk terbuka.
“Menjadi guru BK atau Konselor di sekolah mengajarkan saya arti kesabaran, empati, dan ketulusan. Setiap siswa memiliki cerita uniknya masing-masing. Menjadi bagian dari proses mereka untuk tumbuh, belajar dari kesalahan, dan berubah menjadi versi terbaik adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” ujar Wanda kepada Letternews.net (1/5).
Menjawab Tantangan Generasi Z dan Alpha
Di momen Hardiknas 2026, Wanda menekankan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks, terutama dengan derasnya arus informasi digital. Guru BK dituntut untuk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga cerdas secara emosional agar dapat mendampingi kesehatan mental siswa.
Kehadirannya di SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar menjadi bukti bahwa sinergi antara guru muda yang adaptif dengan nilai-nilai ketulusan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, harmonis, dan bermartabat.
Editor: Rudi.







