
DENPASAR, Letternews.net – Wali Kota Denpasar, I I Gusti Ngurah Jaya Negara, turun langsung ngayah nyangging (sangging upacara potong gigi) dalam serangkaian Karya Mamungkah dan Ngenteg Linggih di Pura Dalem Penataran Sari, Banjar Pekandelan, Desa Adat Denpasar, Kamis (17/9/2026).
Aksi ngayah tersebut merupakan wujud kepedulian serta wujud dukungan nyata Pemkot Denpasar terhadap kelestarian tradisi keagamaan. Momen ini sekaligus mempererat silaturahmi antara jajaran pemerintah dengan krama adat di Kota Denpasar.
Rangkaian karya di Pura Dalem Penataran Sari tersebut dirangkaikan dengan pelaksanaan tradisi Manusa Yadnya, yakni upacara metatah (potong gigi) dan menek kelih (dewasa).
Prawartaka Karya, I Wayan Arya, menyampaikan bahwa seluruh tahapan upacara dapat terlaksana berkat gotong royong warga:
Upacara Metatah Massal: Diikuti oleh 45 orang peserta.
Upacara Menek Kelih: Diikuti oleh 5 orang peserta.
Semangat Gotong Royong: Dilaksanakan dengan prinsip kebersamaan seluruh krama Banjar Pekandelan dan Desa Adat Denpasar.
Wali Kota IGN Jaya Negara mengapresiasi tinggi kebersamaan warga setempat dalam menyukseskan rangkaian upacara adat ini. Menurutnya, ritual keagamaan menjadi pilar utama pelestarian budaya Bali agar dapat diwariskan secara berkelanjutan.
“Melalui pelaksanaan karya seperti ini, kita tidak hanya menjalankan kewajiban keagamaan, tetapi juga menjaga adat, tradisi, dan budaya Bali agar tetap lestari serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Jaya Negara.
Upacara berlangsung khidmat dan lancar dengan keterlibatan aktif seluruh lapisan warga dan tokoh adat setempat.