
KEBUMEN, Letternews.net – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-8 Al-Maghfurlah KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah, Kebumen, Jawa Tengah, dikutip dari Suara. Selasa (1/9/2026).
Di hadapan para ulama, santri, dan masyarakat yang hadir, Jokowi menyampaikan pesan mendalam mengenai penggunaan kekuasaan dan etika kepemimpinan melalui petuah bijak falsafah Jawa.
Dalam pidatonya, Jokowi mengingatkan pesan moral lama bertajuk “Lamun siro sekti, ojo mateni”. Falsafah kuno ini memiliki makna mendalam: jika seseorang memiliki kekuatan atau kesaktian, janganlah hal itu digunakan untuk menjatuhkan atau membinasakan orang lain.
Jokowi menekankan bahwa kekuasaan sebesar apa pun harus diimbangi dengan kehati-hatian, kejujuran, serta rasa kepedulian sosial agar tidak menimbulkan kehancuran.
“Meskipun kamu sakti, jangan suka menjatuhkan atau membunuh. Memang kita punya kekuasaan, ya besar, kemudian kita pakai untuk menjatuhkan orang. Itu hal yang tidak baik,” tegas Jokowi.
Pesan ini menggarisbawahi pentingnya kerendahan hati dalam memegang amanah serta menolak segala bentuk penyalahgunaan kewenangan demi kepentingan sepihak.
Acara di Ponpes Al-Falah Kebumen tersebut berlangsung khidmat. Selain memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kehadiran Jokowi sekaligus mengenang sosok Al-Maghfurlah KH Musyafa Ali sebagai tokoh ulama panutan yang konsisten mengajarkan kedamaian, akhlakul karimah, dan kesederhanaan.
Editor: Rudi