Pemprov Bali Minta Warga Waspadai Akun Palsu “wyn kstr” Catut Nama Gubernur Koster

 Pemprov Bali Minta Warga Waspadai Akun Palsu “wyn kstr” Catut Nama Gubernur Koster

Foto: Akun ‘wyn kstr’ dipastikan akun palsu.

DENPASAR, Letternews.net Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai akun media sosial bernama “wyn kstr”. Akun tersebut dipastikan palsu dan terindikasi kuat digunakan untuk modus penipuan online dengan iming-iming hadiah uang tunai.

Pihak Pemprov Bali menegaskan bahwa akun yang mencatut foto, nama, wajah, hingga rekayasa suara Gubernur Bali I Wayan Koster tersebut bukan milik resmi sang kepala daerah maupun dikelola oleh tim kehumasan Pemprov.

“Akun ‘wyn kstr’ dipastikan akun palsu. Kami meminta masyarakat Bali tidak mudah tergiur iming-iming hadiah, tidak mengklik tautan sembarangan, serta tidak memberikan data pribadi kepada akun mencurigakan tersebut,” imbau perwakilan Pemprov Bali, Sabtu (22/8/2026).

BACA JUGA:  Tembus Rp32,32 Triliun Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Jadi Sumber Pendapatan Negara

Modus Iming-Iming Hadiah Rp100 Juta dan Panduan Aman

Dalam praktiknya, akun palsu tersebut menyebarkan konten video rekayasa teknologi dan mengiming-imingi publik melalui permainan (game) berhadiah hingga Rp100 juta guna menyedot perhatian netizen.

Guna menghindari timbulnya korban penipuan di ruang digital, Pemprov Bali memberikan panduan keamanan berikut bagi masyarakat:

  • Verifikasi Akun: Selalu periksa keaslian serta tanda verifikasi akun sebelum memercayai informasi yang mengatasnamakan pejabat publik.

  • Lindungi Data Pribadi: Jangan pernah membagikan data sensitif seperti nomor KTP, kode OTP, PIN, atau data perbankan kepada siapa pun di media sosial.

BACA JUGA:  Prajurit Harus Terlatih Dan Siapkan Masa Depan Harap Pangdam IX/Udayana
  • Hindari Tautan Mencerurigakan: Jangan sekali-kali mengklik tautan (link) tidak jelas yang dikirimkan oleh akun tak dikenal.

  • Laporkan Akun Penipu: Segera laporkan (report) akun-akun yang mencatut identitas pejabat demi kepentingan penipuan atau kejahatan siber.

Masyarakat diharapkan saling mengingatkan kerabat dan keluarga agar tidak menjadi korban manipulasi teknologi di media sosial.

Editor: Rudi

.

Bagikan: