LetterNews
22 September 2026
10:59 WITA
Topik Populer:
#KPK#Letternews#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Denpasar#Wayan Koster#Pemkot Denpasar#OJK

Pagar Tinggi Dipasang di Sejumlah Mal Besar, Istana Imbau Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Foto: Ilustrasi

JAKARTA, Letternews.net Viral di media sosial fenomena sejumlah pusat perbelanjaan atau mal besar di kota-kota besar yang tiba-tiba dipasangi pagar tinggi.

Menanggapi kebingungan publik, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mendoakan bangsa Indonesia selalu dalam kondisi aman.

Hasan mengimbau publik agar tidak mudah terpancing narasi ketakutan dan meminta media memverifikasi isu yang beredar terkait dugaan penyebaran propaganda.

“Kita doakan bangsa kita aman. Jadi, kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan sebaiknya diklarifikasi,” ujar Hasan Nasbi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

[irp]

Klarifikasi Pengelola Mal dan Respons Gubernur Jakarta

Salah satu yang memicu perbincangan hangat netizen adalah video pemagaran area Mal Kota Kasablanka (Kokas) di Jakarta Selatan.

Pihak pengelola, PT Pakuwon Jati Tbk, memberikan klarifikasi terkait langkah pemagaran tersebut:

  • Faktor Keamanan Pengunjung: Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, menegaskan bahwa pemagaran dilakukan murni untuk keamanan pengunjung karena area mal berbatasan langsung dengan jalan raya yang ramai.

[irp]

  • Peremajaan Pagar Lama: Pemasangan tersebut sebagian besar merupakan penggantian struktur pagar lama yang sudah rusak.

  • Bantahan Isu Keamanan: Pihak pengelola membantah narasi bahwa pemagaran dilakukan karena kekhawatiran kondisi keamanan atau ekonomi nasional.

Meski pengelola memberikan penjelasan teknis, Gubernur Jakarta Pramono Anung justru menyikapi pemagaran tersebut dengan meminta agar pagar tinggi di mal dibongkar. Menurutnya, pemasangan pagar tinggi tersebut kemungkinan dipicu oleh rasa khawatir terhadap situasi keamanan yang dinilai berlebihan.

Editor: Rudi