
BADUNG, Letternews.net – Operasi kemanusiaan yang digelar Tim SAR gabungan di Pantai Pererenan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung akhirnya membuahkan hasil pada hari kedua pencarian, Senin (13/7/2026). Korban yang terseret arus kuat, Christian Jonathan Made Caesar Halawa (17), berhasil ditemukan namun dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Jasad remaja asal Jalan Tibung Anyar Nomor 4, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kabupaten Badung tersebut ditemukan dalam posisi mengapung di tengah laut, tidak jauh dari Lokasi Kejadian Menarik (LKM).
[irp]
Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali), I Made Widiantara, menerangkan bahwa penemuan jasad korban berkat pemanfaatan teknologi pemantauan udara secara visual yang dilakukan oleh tim rescue.
Kronologi Detik-Detik Penemuan Korban:
Pukul 13.15 WITA: Tim SAR gabungan menerbangkan drone thermal (pendeteksi suhu tubuh) ke arah barat daya dari titik awal hilangnya korban.
Pukul 13.30 WITA: Hanya berselang 15 menit, kamera drone berhasil menangkap visual objek yang terapung-apung di laut.
Pukul 13.45 WITA: SRU (Search and Rescue Unit) Laut yang mengendarai rubber boat (perahu karet) langsung bergerak cepat ke titik koordinat dan berhasil mengevakuasi korban pada jarak sekitar 300 meter dari pantai.
“Korban atau target itu berhasil kita dapat dengan jarak sekitar 300 meter dari LKM, pukul 13.45 WITA,” terang Made Widiantara di lokasi evakuasi.
[irp]
Setelah berhasil dinaikkan ke atas perahu karet, jenazah Christian Jonathan langsung dibawa menuju daratan di pesisir Pantai Pererenan. Pihak keluarga yang sejak awal setia mendampingi proses pencarian tak kuasa menahan kesedihan saat menyambut kedatangan jenazah korban.
Pihak Basarnas memastikan seluruh proses evakuasi lanjutan di darat berjalan dengan lancar berkat kesiapsiagaan armada ambulans di lapangan.
“Pada pukul 15.35 WITA, jenazah korban telah dievakuasi dengan menggunakan ambulans milik BPBD Kabupaten Badung untuk dibawa langsung menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mangusada, Kapal,” tambahnya.
[irp]
Kejadian memilukan ini bermula ketika korban bersama dua rekannya mandi di Pantai Pererenan pada Sabtu (11/7/2026) sore sekitar pukul 17.40 WITA di tengah kondisi gelombang laut yang sedang pasang dan besar. Satu rekan korban berhasil menyelamatkan diri secara mandiri, sedangkan satu orang lainnya berhasil ditarik dengan selamat oleh Tim Balawista Pantai Pererenan. Laporan resmi kemudian diterima Basarnas dari Polair Polsek Kuta Utara pada Minggu pagi.
Keberhasilan operasi pencarian ini merupakan buah dari kerja keras dan sinergi solid lintas unsur yang terlibat. Operasi SAR hari kedua ini secara aktif melibatkan personel gabungan dari:
Editor: Gus Pram
Mari bergabung bersama kami!
Gabung di saluran Whatsapp resmi kami: Klik di Sini
Gabung di Grup Whatsapp Pembaca Setia kami: Klik di Sini