
JAKARTA, Letternews.net – Suasana penuh kehangatan, nostalgia, dan jiwa korsa yang kuat mewarnai jalannya Reuni Akbar Adhyaksa 696. Ajang temu kangen berskala nasional ini mempertemukan kembali para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kejaksaan Republik Indonesia Angkatan Tahun 1996 yang kini telah genap mengabdi selama tiga dekade atau 30 tahun di Korps Adhyaksa.
Rangkaian kegiatan bersejarah yang berlangsung selama tiga hari penuh, terhitung sejak Jumat hingga Minggu (3–5 Juli 2026) di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI, Jakarta, menjadi momentum emosional untuk mengingat kembali awal mula perjalanan karier mereka sebagai abdi negara.
[irp]
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh sentral di internal Kejaksaan Agung. Sosok yang menjadi pusat perhatian di antaranya Plt. Wakil Jaksa Agung RI yang juga menjabat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum), Prof. Asep N. Mulyana.
Selain itu, hadir pula Jaksa Agung Muda Pembinaan, Dr. Hendro Dewantoro, Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara, Prof. Narendra Jatna, serta Kepala Badan Pemulihan Aset, Dr. Kuntadi, yang juga merupakan bagian dari alumni Angkatan 696. Formasi lengkap ini didukung oleh kehadiran jajaran Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), Wakajati, Kajari, hingga pejabat eselon II dan III dari berbagai penjuru tanah air.
Di sela-sela kegiatan, Prof. Asep Mulyana menegaskan bahwa Reuni Akbar ini memiliki substansi yang lebih dalam daripada sekadar ajang berkumpul, melainkan sebuah refleksi atas dedikasi panjang pengabdian institusional.
“Kami mengenang kembali masa-masa ketika pertama kali masuk Kejaksaan, tepat 30 tahun yang lalu, sebagai bagian dari Angkatan 696. Dari total awal sekitar 165 orang, sebagian rekan telah purnabakti bahkan mendahului kita berpulang. Namun, hal itu tidak mengurangi eratnya persaudaraan. Silaturahmi ini adalah kekuatan untuk terus mengabdi kepada institusi, masyarakat, bangsa, dan negara,” tutur Prof. Asep Mulyana, yang juga Ketua Umum PERSAJA (Persatuan Jaksa Indonesia), Minggu (5/7/2026).
[irp]
Mengusung tema utama “Temu Kangen Seduluran Saklawase”, panitia mengemas agenda acara secara unik guna memicu ingatan kolektif masa pendidikan dasar 30 tahun silam. Agenda dimulai dengan Gala Dinner hangat pada Jumat malam di GOR Badiklat.
Uniknya, pada Sabtu pagi, seluruh korps alumni diwajibkan mengenakan Pakaian Dinas Harian (PDH) lengkap dengan papan nama format lama, persis seperti saat mereka menjadi siswa Diklat Teknis Administrasi Kejaksaan (TAK) pada tahun 1996. Atmosfer kedisiplinan masa lalu kembali hidup saat mereka melakukan napak tilas, mulai dari apel pagi bersama, latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), kegiatan outbound, hingga melewati rintangan halang rintang fisik.
Tidak sekadar bersenang-senang, Angkatan Adhyaksa 696 juga menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi melalui pelaksanaan bakti sosial berupa pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu. Selain itu, digelar pula sesi pembekalan khusus bagi para alumni yang mulai memasuki masa purnatugas. Rangkaian momen kebersamaan ini ditutup manis dengan acara keakraban pada Sabtu malam.
Melalui momentum Reuni Akbar 696 ini, nilai-nilai loyalitas, integritas, dan persaudaraan tanpa batas terbukti tetap terjaga kokoh di sanubari para penegak hukum, untuk kemudian terus diwariskan kepada generasi penerus Kejaksaan Republik Indonesia.
Editor: Rudi