LetterNews
03 November 2026
07:23 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
25 June 2026 20:47 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 25 June 2026, 20:47 WITA

Akun Instagram Hendri Satrio Hilang Usai Kritik Makan Bergizi Gratis, JMSI Kecam Keras Upaya Pembungkaman Demokrasi

Foto: Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Dr Teguh Santosa (kirii) dan Anggota Dewa Pakar JMSI, Hendri Satrio (kanan)

JAKARTA, Letternews.net – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) angkat bicara dan mengecam keras fenomena hilangnya akun Instagram milik pengamat politik nasional sekaligus Anggota Dewan Pakar JMSI, Hendri Satrio. Insiden hilangnya platform digital tersebut dinilai sebagai bentuk ancaman nyata dan upaya terselubung untuk membungkam kebebasan berpendapat di ruang publik.

Ketua Umum JMSI, Dr. Teguh Santosa, menyatakan kekecewaan mendalam atas raibnya akun bercentang biru tersebut. Menurutnya, tindakan memberangus saluran komunikasi digital milik seorang pemikir publik mencederai prinsip-prinsip dasar alam demokrasi yang sehat.

“Saya menyesalkan dan mengecam keras upaya yang dilakukan oleh pihak-pihak yang sampai sejauh ini belum teridentifikasi untuk membungkam saudara Hendri Satrio,” ujar Teguh Santosa dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (24/06/2026).

[irp]

Sarat Muatan Politis, Imbas Kritik Tajam Program MBG

Sebagai informasi, akun Instagram pribadi Hendri Satrio dengan nama pengguna @hendri.satrio diketahui telah lenyap dari pencarian sejak beberapa pekan terakhir. Muncul dugaan kuat di kalangan publik bahwa hilangnya akun tersebut terjadi secara tidak wajar, tepat setelah Hendri mengunggah konten video berisi kritik objektif terhadap implementasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Teguh Santosa menegaskan bahwa hilangnya akun yang selama ini menjadi wadah diseminasi pikiran, gagasan, dan analisis politik tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk represi digital modern. Di era demokrasi partisipatif dan deliberatif, merampas hak digital seseorang karena ketidaksetujuan pandangan adalah langkah mundur yang sangat memprihatinkan.

“Setiap orang berhak menyampaikan pandangan apa pun yang dia miliki, dan itu menjadi kekayaan bagi bangsa kita. Sangat disayangkan jika ada pihak-pihak yang karena tidak setuju, tidak suka, atau tersinggung, lalu merampas hal itu dengan merusak akun media sosialnya,” tegas Teguh.

[irp]

Dua Tuntutan Tegas JMSI: Kembalikan Akun dan Kedewasaan Politik

Guna menyikapi ketegangan di ruang digital ini, Ketua Umum JMSI melayangkan dua tuntutan taktis dan mendesak kepada publik dan pihak terkait:

  • Kembalikan Akses Akun: Meminta kepada siapa pun oknum di balik layar yang melakukan pembajakan, peretasan, atau pemberangusan massal (mass reporting) untuk segera mengembalikan akun @hendri.satrio kepada pemilik sahnya.

  • Seruan Kedewasaan Bersikap: Mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk semakin matang dan dewasa dalam mengunyah perbedaan pandangan politik.

Teguh menutup penjelasannya dengan mengingatkan bahwa pluralisme pemikiran dan kekayaan perspektif adalah bahan bakar utama yang dibutuhkan Indonesia untuk terus melangkah maju ke depan, bukan justru diberangus dengan cara-cara yang tidak jantan.

Editor: Rudi