Hari Raya Pagerwesi 2026, Zulfikar Wijaya Ajak Umat Perkokoh Diri dengan Ilmu dan Dharma

 Hari Raya Pagerwesi 2026, Zulfikar Wijaya Ajak Umat Perkokoh Diri dengan Ilmu dan Dharma

Foto: Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, Zulfikar

DENPASAR, Letternews.net – Memperingati Hari Suci Pagerwesi yang jatuh pada Rabu (8/4/2026), Anggota DPRD Provinsi Bali dari Fraksi Gerindra, Zulfikar Wijaya, S.E., menyampaikan pesan mendalam bagi seluruh umat Hindu. Ia menekankan bahwa Pagerwesi merupakan momentum sakral untuk memperkokoh benteng diri melalui ilmu pengetahuan dan ajaran dharma.

Secara filosofis, Pagerwesi yang berarti “pagar besi” dimaknai sebagai simbol perlindungan diri yang kokoh. Menurut Zulfikar, perlindungan sejati di era modern bukan hanya fisik, melainkan keteguhan iman dan kebijaksanaan dalam menghadapi dinamika kehidupan.

BACA JUGA:  Nama Nadiem Makarim Terseret Dakwaan Jaksa: Dua Pejabat Dicopot Diduga Karena Tolak Arahan Proyek Chromebook

“Selamat Hari Raya Pagerwesi kepada seluruh umat Hindu. Semoga di hari suci ini, kita senantiasa diberikan kekuatan lahir dan batin, serta mampu menjadikan ilmu pengetahuan sebagai benteng kehidupan yang utama,” ujar Zulfikar Wijaya di Denpasar.

Politisi Gerindra ini menambahkan bahwa nilai Pagerwesi sangat relevan untuk menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan budaya saat ini. Dengan berpegang pada ajaran dharma, setiap individu diharapkan mampu menjaga keseimbangan hidup serta membangun keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk.

BACA JUGA:  Pramuka Kwarda Bali Serbu Pesisir, Aksi Bersih Pantai Jadi Bukti Nyata Dukung Pariwisata Berkelanjutan

Sebagai wakil rakyat, Zulfikar juga mengajak masyarakat Bali untuk menjadikan hari ini sebagai ajang refleksi diri. Ia mendorong penguatan spiritualitas yang berujung pada eratnya rasa persatuan dan toleransi antarumat beragama di Pulau Dewata.

“Semangat Pagerwesi hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga nilai-nilai kebaikan, memperkuat karakter, serta bersama-sama membangun Bali yang harmonis, damai, dan sejahtera,” tutupnya.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: