
DENPASAR, Letternews.net – Guna mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Hari Raya Nyepi Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Denpasar melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan monitoring ketat terhadap ketersediaan stok pangan di Gudang Bulog Sempidi, Badung, Jumat (13/3/2026).
Langkah proaktif ini dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Merta, didampingi jajaran Kepala OPD terkait serta Polresta Denpasar. Monitoring ini menjadi bagian vital dalam strategi pengendalian inflasi daerah di tengah momentum hari raya besar keagamaan.
[irp]
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, ketersediaan beras di Gudang Bulog Sempidi dipastikan dalam kondisi sangat aman. Stok yang tersedia saat ini mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Denpasar hingga tiga bulan ke depan.
“Stok beras medium tercatat sebanyak 3,8 juta kilogram lebih dengan harga Rp11.000/kg, sementara beras premium tersedia 42 ribu kilogram lebih dengan harga Rp14.860/kg,” urai Alit Adhi Merta.
Selain stok reguler, Pemkot Denpasar juga mengantongi Cadangan Pangan Pemerintah sebanyak 45 ton. “Kombinasi stok ini memastikan ketahanan pangan kita stabil dan siap mendukung kebutuhan masyarakat tanpa perlu kekhawatiran akan kelangkaan,” imbuhnya.
[irp]
Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Denpasar, Agus Jayadi, menambahkan bahwa komoditas pendamping lainnya juga terpantau aman. Stok minyak goreng tercatat sebanyak 2.574 liter dengan harga Rp14.500/liter, serta gula pasir sebanyak 869 kg seharga Rp16.500/kg.
Untuk menjaga stabilitas harga di pasar-pasar tradisional, Bulog membuka kesempatan bagi para pedagang untuk mengambil pasokan langsung, khususnya beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang. Hasil monitoring menunjukkan ketersediaan stok pangan di wilayah Denpasar berada dalam kondisi aman dan terkendali. Pasokan tetap terjaga, distribusi pun terus kami pantau,” tutup Agus Jayadi.
Editor: Rudi.