Dukung Pelestarian Budaya, Pemkot Denpasar Serahkan Hibah Rp1 Miliar di Pura Dalem Laplap
Foto: Wali Kota Jaya Negara menghadiri Karya Agung di Pura Dalem Laplap, Penatih Dangin Puri. Pemkot Denpasar serahkan hibah Rp1 Miliar untuk mendukung upacara 25 tahunan ini.
DENPASAR, Letternews.net – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri puncak prosesi Tawur Walik Sumpah Agung yang merupakan rangkaian dari Karya Agung Ngenteg Linggih, Mamunggah, Mupuk Pedagingan Padudusan Agung Menawa Ratna di Pura Dalem Laplap, Desa Penatih Dangin Puri, Jumat (27/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Jaya Negara menandatangani prasasti karya serta menyerahkan secara simbolis bantuan dana punia dan hibah senilai Rp1 Miliar dari Pemerintah Kota Denpasar. Kehadiran orang nomor satu di Denpasar ini disambut hangat oleh tokoh masyarakat serta krama pengempon dari empat banjar, yakni Banjar Laplap Arya, Laplap Tengah, Laplap Kauh, dan Sengguan.
[irp]
Apresiasi Semangat Gotong Royong
Wali Kota Jaya Negara menyampaikan apresiasi mendalam atas kekompakan warga Desa Adat Laplap dalam menyelenggarakan karya yang tergolong besar ini. Ia menekankan bahwa upacara ini adalah implementasi nyata dari konsep Tri Hita Karana.
“Karya ini bukan sekadar ritual suci, melainkan wujud sradha dan bhakti kita untuk memohon keselamatan serta kesejahteraan jagat. Semangat gotong royong krama di sini sangat luar biasa dalam menjaga harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam,” ujar Jaya Negara.
[irp]
Upacara Sakral 25 Tahun Sekali
Bendesa Adat Laplap, I Wayan Agus Purnawirawan, menjelaskan bahwa Karya Agung ini merupakan momen istimewa karena hanya dilaksanakan setiap 25 hingga 30 tahun sekali. Untuk edisi kali ini, seluruh rangkaian telah dimulai sejak Desember 2025.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan hibah dari Pemkot Denpasar. Bantuan ini sangat meringankan beban krama, mengingat biaya karya bersumber dari swadaya masyarakat dan punia para tokoh,” ungkapnya.
[irp]
Prosesi Tawur Walik Sumpah Agung hari ini berlangsung sangat sakral, dipuput oleh beberapa sulinggih, di antaranya Ida Pedanda Made Taman Swija Putra, Ida Ari Bhujangga Wisnawan Gandha Kusuma, dan Ida Pandita Mpu Jaya Ananda Yoga. Suasana semakin khidmat dengan pementasan tari Baris Gede, Rejang Dewa, Topeng Wali, hingga Wayang Lemah.
Rangkaian karya ini akan mencapai puncaknya pada Buda Kliwon Ugu, 4 Maret 2026, dan akan berakhir dengan prosesi Nyegara Gunung pada 8 Maret 2026. Melalui upacara ini, krama Desa Adat Laplap berharap senantiasa dianugerahi kerahayuan dan persatuan yang erat dalam semangat segilik, saguluk, sagulung sabayantaka.
Editor: Rudi.








