LetterNews
04 November 2026
19:37 WITA
BREAKING Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Disorot, Mahfud MD Ingatkan Potensi Jeratan Pasal Makar Hingga Ancaman Hukuman Mati
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
27 February 2026 16:06 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 27 February 2026, 16:06 WITA

Perkokoh Jati Diri Budaya, Denpasar Sukses Gelar Utsawa Dharma Gita dan Bulan Bahasa Bali 2026

Foto: Sekda Denpasar Eddy Mulya resmi menutup UDG dan Bulan Bahasa Bali 2026. Ajang pembibitan generasi muda untuk menjaga kesusastraan Bali yang adiluhung.

DENPASAR, Letternews.net – Gelaran Utsawa Dharma Gita (UDG) dan Bulan Bahasa Bali Kota Denpasar Tahun 2026 resmi berakhir. Kegiatan yang menjadi barometer pelestarian sastra di Ibukota Bali ini ditutup secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, di Wantilan Pura Agung Lokanatha, Kamis (26/2/2026) petang.

Acara penutupan berlangsung khidmat yang ditandai dengan penyerahan piala, piagam, dan hadiah bagi para pemenang lomba yang telah berjuang sejak 23 Februari lalu. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama, Kadis Kebudayaan, Raka Purwantara, serta jajaran OPD terkait lainnya.

[irp]

Wahana Pembibitan Generasi Emas Sastra

Dalam sambutannya, Sekda Eddy Mulya menekankan bahwa UDG dan Bulan Bahasa Bali merupakan ajang krusial untuk mencari bibit pelestari dan praktisi kesusastraan Bali yang adiluhung. Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan persiapan matang untuk mengharumkan nama Denpasar di kancah provinsi maupun nasional.

“Sejalan dengan visi Kota Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya, maka derap langkah pelestarian budaya dan sastra Bali terus menjadi nafas utama kita. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menjaga jati diri Denpasar,” tegas Eddy Mulya.

[irp]

Antusiasme Peserta di Berbagai Lini

Ketua Widyasabha Kota Denpasar, Ketut Mawas Radika, melaporkan bahwa ajang tahun ini diikuti oleh 301 peserta yang berasal dari unsur siswa, umum, sekeha teruna, hingga perwakilan desa adat se-Kota Denpasar. Selama empat hari, kegiatan dipusatkan di tiga titik utama: Pura Lokanatha, Wantilan, dan Youth Park Taman Kota Lumintang.

Adapun kategori yang diperlombakan meliputi:

  • Membaca & Menghafal Sloka (Anak, Remaja, Dewasa)
  • Palawakya & Kekawin (Remaja, Dewasa)
  • Dharma Wacana (Bahasa Bali & Bahasa Inggris)
  • Kidung Dewasa Campuran

[irp]

“Pelaksanaan tahun ini mencerminkan penguatan dan pemajuan kebudayaan yang nyata. Kami berharap ini menjadi ajang pembinaan berkelanjutan agar sastra Bali tetap eksis di tengah modernisasi,” ungkap Mawas Radika.

Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga adat, dan generasi muda, penutupan UDG dan Bulan Bahasa Bali 2026 ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi para praktisi sastra Denpasar untuk terus berkarya dan menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg.

Editor: Rudi.