
DENPASAR, Letternews.net— Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Bali kembali membuktikan bahwa kepanduan bukan sekadar aktivitas lapangan, melainkan aksi nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan bersih pantai serentak di sejumlah titik pesisir unggulan, Pramuka Bali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian alam sekaligus menyokong pilar utama ekonomi daerah, yakni pariwisata.
Aksi yang melibatkan ribuan anggota Pramuka dari berbagai gugus depan ini bertujuan menciptakan lingkungan pesisir yang asri, sekaligus mengedukasi generasi muda tentang pentingnya ekosistem laut yang sehat.
[irp]
Ketua Kwarda Bali masa bakti 2024-2029, Prof. Dr. Ir. I Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. (Cok Ace), menegaskan bahwa menjaga kebersihan pantai adalah implementasi langsung dari Dasa Darma Pramuka, khususnya poin kedua: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
“Pramuka harus hadir dan menjadi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di daerah wisata yang menjadi wajah Bali di mata dunia,” ujar Cok Ace dalam keterangannya. Menurutnya, citra Bali sebagai destinasi internasional sangat bergantung pada kebersihan dan keasrian alamnya.
[irp]
Tidak hanya sekadar memungut sampah, aksi ini juga dibalut dengan program edukasi. Para peserta diajak mempraktikkan langsung pemilahan sampah antara organik dan anorganik. Hal ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif di kalangan wisatawan dan masyarakat sekitar bahwa pengelolaan sampah yang benar adalah kunci keberlanjutan.
Partisipasi aktif Pramuka ini selaras dengan program pemerintah daerah untuk mewujudkan pariwisata yang bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penikmat keindahan Bali, tetapi juga menjadi pelindung setianya.
[irp]
Kwarda Bali berharap kegiatan ini memicu gelombang kesadaran kolektif. Menjaga lingkungan bukan hanya beban pemerintah, melainkan tanggung jawab setiap individu yang berpijak di Pulau Dewata.
Dengan semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan”, Pramuka Bali siap berdiri di garda terdepan sebagai pionir pelestarian alam demi masa depan pariwisata Bali yang lebih hijau.
Editor: Rudi.