
DENPASAR, Letternews.net – Stabilitas keamanan menjadi fondasi utama bagi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Provinsi Bali resmi memperpanjang Nota Kesepakatan terkait Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat), Jumat (06/02/2026).
Penandatanganan yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama ini melibatkan sinergi kolektif antara Pemerintah Provinsi Bali, Polda Bali, Korem 163/Wira Satya, dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali. Langkah ini menegaskan komitmen kolektif untuk menjaga kedaulatan keamanan Bali dari akar rumput.
[irp]
Sipandu Beradat bukan sekadar forum biasa, melainkan integrasi komponen keamanan terlengkap yang meliputi Bhabinkamtibmas, Babinsa, Linmas, Satpam, hingga Pecalang atau Bantuan Keamanan Desa Adat (BANKAMDA).
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa sebagai daerah yang mengandalkan kekayaan adat, tradisi, dan spiritualitas, Bali membutuhkan sistem pengamanan yang memadai namun tetap berakar pada kearifan lokal.
“Bali tidak punya minyak atau gas, tapi kita punya adat dan budaya yang suci. Sebagai daerah tujuan wisata dunia sekaligus daerah migran, potensi gesekan sosial dan kriminalitas harus diantisipasi secara dini melalui Sipandu Beradat,” ungkap Gubernur Koster.
[irp]
Kebijakan ini telah memiliki landasan kuat melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali dan Pergub Bali Nomor 26 Tahun 2020. Hal ini juga selaras dengan Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa).
Pecalang, sebagai satuan tugas keamanan tradisional Bali, kini diposisikan sebagai mitra strategis aparat keamanan negara (TNI/Polri). Kolaborasi ini dirancang untuk menciptakan deteksi dini terhadap potensi gangguan ketertiban dan konflik sosial di tingkat desa adat.
[irp]
Dalam sambutannya, Gubernur Koster memberikan instruksi spesifik bagi pimpinan daerah di berbagai tingkatan:
[irp]
“Saya berharap sinergi ini berjalan efektif dan konsisten, sehingga kenyamanan masyarakat Bali dan wisatawan tetap terjaga secara optimal,” pungkas Koster.
Editor: Rudi