Wujudkan Sradha Bhakti, Wawali Arya Wibawa Hadiri Prosesi Ngingsah di Desa Adat Penyaringan Sanur

 Wujudkan Sradha Bhakti, Wawali Arya Wibawa Hadiri Prosesi Ngingsah di Desa Adat Penyaringan Sanur

Foto: Wakil Walikota Denpasar Arya Wibawa hadiri prosesi Ngingsah di Pura Desa Lan Bale Agung, Desa Adat Penyaringan Sanur. Puncak karya pada Tumpek Wayang, 14 Maret 2026.

DENPASAR, Letternews.net – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri sekaligus melaksanakan prosesi Ngingsah serangkaian Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Alit Wraspati Kalpa Agung di Pura Desa Lan Bale Agung, Desa Adat Penyaringan Sanur, Minggu (8/3/2026).

Kehadiran Wawali Arya Wibawa didampingi oleh Anggota DPRD Provinsi Bali AA Gede Agung Suyoga, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Wayan Mariana Wandira, serta sejumlah jajaran OPD Pemkot Denpasar dan tokoh adat setempat.

BACA JUGA:  Walikota Jaya Negara Ikuti Prosesi Ngingsah Beras di Merajan Gede Bendesa Manik Mas Medura Intaran

Wujud Syukur dan Harmoni Tri Hita Karana

Dalam sambutannya, Wawali Arya Wibawa memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme dan semangat gotong royong krama Desa Adat Penyaringan. Ia menilai pelaksanaan karya agung ini merupakan manifestasi dari ajaran Sradha dan Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

“Karya ini tidak hanya sebagai bentuk persembahan suci, tetapi juga upaya memohon anugerah agar senantiasa diberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi jagat Bali, khususnya di Desa Adat Penyaringan Sanur,” ujar Arya Wibawa.

Ia juga menekankan bahwa upacara ini selaras dengan konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta, sesama manusia, dan alam lingkungan.

BACA JUGA:  Wawali Arya Wibawa Tinjau Lokasi Pengungsian Korban Kebakaran Gang Kuntul, Pastikan Kebutuhan Pokok dan Kesehatan Terjamin

Dukungan Hibah Pemkot Denpasar

Bendesa Adat Penyaringan, I Wayan Sudiartha, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Denpasar melalui bantuan hibah yang diberikan. Menurutnya, dukungan ini sangat krusial mengingat karya dilaksanakan setelah rampungnya renovasi berbagai palinggih dan bale di lingkungan pura.

“Bantuan ini tentu sangat bermanfaat. Selain hibah, pembiayaan karya ini juga bersumber dari swadaya masyarakat dan dukungan para tokoh sebagai wujud bhakti umat,” jelas Sudiartha.

Rangkaian karya sendiri telah dimulai sejak 17 Februari lalu dengan prosesi Matur Piuning. Setelah prosesi Ngingsah hari ini, puncak karya dijadwalkan akan berlangsung pada Saniscara Kliwon Wayang (Tumpek Wayang), Sabtu, 14 Maret 2026 mendatang.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: