Dramatis! Basarnas Evakuasi 2 WNA Rusia Pakai Helikopter Usai Terjebak di Bawah Tebing Pecatu
Foto: Basarnas Bali evakuasi 2 turis Rusia yang terjebak di bawah tebing Pantai Cemongkak, Pecatu, menggunakan helikopter akibat air laut pasang.

PECATU, Letternes.net – Aksi penyelamatan dramatis dilakukan oleh tim Basarnas Bali terhadap dua warga negara asing (WNA) asal Rusia yang terjebak di bawah tebing Pantai Cemongkak, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kamis (23/4). Mengingat kondisi air laut yang mulai pasang, evakuasi terpaksa dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter.
Kedua korban diidentifikasi atas nama Sergei Starostin (51) dan Diana Zolotova (20). Laporan awal diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 13.10 WITA, setelah sebelumnya korban dilaporkan terjebak sejak pukul 11.30 WITA.
Evakuasi Jalur Udara demi Kecepatan
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa posisi korban yang berada jauh di bawah tebing dan ancaman naiknya permukaan air laut menjadi pertimbangan utama pengerahan helikopter SGi Air Bali.
“Melihat posisi korban dan waktu yang terbatas karena air laut mulai naik, kami memutuskan evakuasi dengan helikopter. Satu personel Basarnas langsung on board untuk melakukan penyelamatan,” ungkap Sidakarya.
Helikopter lepas landas dari Heliport Benoa pada pukul 14.46 WITA. Dalam waktu sekitar 12 menit, tim tiba di lokasi dan langsung menerapkan sistem hoisting—menurunkan personel dengan tali untuk mengangkat korban satu per satu ke dalam helikopter.
Kondisi Korban Stabil
Meski gelombang laut dilaporkan cukup tinggi, proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala signifikan. Pada pukul 15.15 WITA, helikopter berhasil mendarat kembali di heliport dengan kedua korban dalam kondisi selamat.
“Kedua korban dalam kondisi baik. Sergei Starostin mengalami luka ringan di kaki dan siku kiri, namun mereka tidak berkenan dirujuk ke rumah sakit. Tim medis dari Klinik Nusa Medika sudah memberikan perawatan luka di lokasi,” tambah Sidakarya.
Keberhasilan operasi SAR ini merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur, mulai dari Polsek Kuta Selatan, Polair, Balawista, tim medis, hingga staf El Kabron dan masyarakat setempat yang sigap memberikan informasi awal.
Editor: Rudi.







