Densus 88 Sasar Pelajar Bali: Perkuat Benteng Pendidikan Lawan Paham Radikalisme
Tak Hanya Jaga Adat, Walikota Denpasar Ajak Pecalang Kawal Gerakan Pilah Sampah dari Rumah
Foto:Walikota Jaya Negara hadiri Pesangkepan Agung Pecalang Kesiman. Tekankan peran pecalang jaga toleransi Nyepi-Idul Fitri & pengolahan sampah mandiri.

DENPASAR, Letternews.net – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri Pesangkepan Agung Pecalang yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Kasukertan Krama di Wantilan Pura Agung Petilan, Desa Kesiman Petilan, Minggu (8/3/2026). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi vital bagi ratusan pecalang dalam memperkuat sistem keamanan berbasis adat di wilayah Desa Adat Kesiman.
Acara ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Manggala Utama Pasikian Pecalang Bali Brigjen Pol (Purn) Dewa Bagus Made Suharya, serta jajaran OPD terkait di lingkungan Pemkot Denpasar.
Toleransi Nyepi dan Idul Fitri 2026
Dalam arahannya di hadapan sekitar 400 pecalang dari 32 banjar, Walikota Jaya Negara menekankan pentingnya sinergi menjelang Hari Raya Nyepi yang tahun ini berdekatan dengan momentum Idul Fitri 1447 H. Pecalang diharapkan mampu melakukan pendekatan yang humanis agar kedua perayaan besar tersebut berjalan harmonis.
“Desa adat dan desa dinas harus menjalin komunikasi yang baik. Kita ingin pelaksanaan Nyepi dan malam takbiran tetap khidmat, aman, dan tertib dengan menjaga makna masing-masing perayaan,” ujar Jaya Negara.
Pecalang Sebagai Penggerak Kebersihan Lingkungan
Selain urusan keamanan, Walikota juga menyoroti isu krusial terkait rencana penutupan TPA Suwung. Jaya Negara mengajak pecalang untuk menjadi motor penggerak pengelolaan sampah berbasis sumber (keluarga). Mengingat 60 persen sampah di Denpasar adalah organik, pemilahan dari rumah menjadi kunci utama.
“Pemkot telah menyiapkan bag komposter untuk masyarakat dan mengoptimalkan TPST Kertalangu hingga kapasitas 100 ton. Kami butuh peran pecalang untuk mengedukasi krama agar mulai memilah sampah dari dapur masing-masing,” tegasnya.
Apresiasi Atas Pengabdian Tulus
Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, turut memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para pecalang Kesiman yang selama ini ngayah tanpa pamrih. Ia mengingatkan bahwa keamanan dan kebersihan adalah modal utama kenyamanan Kota Denpasar.
Manggala Utama Pasikian Pecalang Bali, Brigjen Pol (Purn) Dewa Bagus Made Suharya, menambahkan bahwa profesionalitas pecalang harus terus ditingkatkan. Menurutnya, pecalang bukan hanya penjaga ritual, tapi juga ujung tombak dalam mencegah gangguan sosial dan mengatur ketertiban lalu lintas di wilayah adat.
Dengan berakhirnya pesangkepan ini, diharapkan para pecalang Desa Adat Kesiman semakin solid dalam menjaga Kasukertan Krama serta mendukung program-program strategis Pemerintah Kota Denpasar.
Editor: Rudi.







