Densus 88 Sasar Pelajar Bali: Perkuat Benteng Pendidikan Lawan Paham Radikalisme
Operasi SAR Ditutup: Nelayan Sanur yang Hilang Melaut Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Senggigi
Foto: Tim SAR gabungan saat melakukan evakuasi

DENPASAR, Letternews.net — Upaya pencarian intensif terhadap nelayan asal Semawang, Sanur, yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Nusa Penida berakhir duka. Korban, yang diidentifikasi sebagai I Wayan Suta, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Perairan Kerandangan, Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Minggu siang (8/3/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengonfirmasi bahwa jenazah korban ditemukan sekitar pukul 11.21 WITA oleh seorang nelayan setempat bernama Bapak Kacimong.
Ciri-Ciri Identik dan Koordinasi Lintas Wilayah
Berdasarkan laporan awal, jenazah ditemukan dalam posisi tengkurap dengan pakaian yang identik dengan ciri-ciri I Wayan Suta saat dilaporkan hilang di perairan selatan Nusa Penida. Temuan ini segera dikoordinasikan dengan Kantor SAR Mataram untuk proses evakuasi.
“Kondisi jenazah saat ditemukan dalam posisi telungkup, ciri-ciri pakaian mirip dengan yang dilaporkan hilang. Personel Unit Siaga SAR Bangsal segera melakukan evakuasi menuju RS Bhayangkara Mataram menggunakan ambulans Kantor Desa Senggigi,” terang Nyoman Sidakarya.
Konfirmasi Pihak Keluarga
Pihak keluarga korban telah mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut adalah keluarga mereka yang hilang. Saat ini, jenazah masih berada di Mataram menunggu proses pemulangan menuju kediamannya di Bali.
Sebelum jenazah ditemukan, tim SAR gabungan sebenarnya telah mengerahkan kekuatan penuh sejak pagi hari. Operasi melibatkan Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas yang menyisir radius hingga 20 NM ke arah barat, serta rubber boat Balawista yang melakukan pencarian di pesisir Pantai Sanur.
Operasi SAR Resmi Ditutup
Dengan ditemukannya jenazah I Wayan Suta, operasi pencarian dan pertolongan secara resmi dinyatakan ditutup pada Minggu sore. Seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Basarnas hingga Balawista Sanur, telah kembali ke kesatuan masing-masing.
“Kami berterima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dan masyarakat nelayan yang membantu memberikan informasi. Operasi resmi ditutup,” pungkas Nyoman Sidakarya.
Editor: Rudi.







