
DENPASAR, Letternews.net – Semangat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ekosistem pesisir Bali kembali dibuktikan melalui aksi nyata. Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bergabung bersama jajaran pemimpin daerah dan penegak hukum dalam aksi penanaman mangrove dan pelepasan burung di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Sabtu (25/4).
Aksi lingkungan bertajuk “Kolaborasi Hijau: Wariskan Mangrove untuk Bumi” ini diinisiasi oleh Kejaksaan Tinggi Bali. Selain Walikota Jaya Negara, hadir pula Gubernur Bali Wayan Koster, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali Dr. Chatarina Muliana, serta Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.
[irp]
Kajati Bali, Chatarina Muliana Girsang, menekankan bahwa hutan mangrove bukan sekadar tanaman pesisir biasa. Kawasan Tahura Ngurah Rai merupakan ekosistem krusial yang berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi dan intrusi air laut, sekaligus penyerap karbon yang efektif.
“Mangrove adalah habitat penting berbagai biota dan paru-paru hijau yang vital bagi keseimbangan lingkungan Bali. Kita harus menjaga keanekaragaman hayati ini sebagai warisan bumi,” tegas Chatarina.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 200 bibit mangrove ditanam secara simbolis. Sebagai pelengkap harmoni alam, acara diakhiri dengan pelepasan burung ke alam liar sebagai simbol kebebasan dan keberlanjutan ekosistem.
[irp]
Walikota Jaya Negara memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Kejati Bali. Baginya, kehadiran tokoh-tokoh kunci Bali di lumpur mangrove hari ini adalah bukti kuatnya sinergi dalam memitigasi perubahan iklim.
“Ini adalah wujud nyata komitmen kita bersama. Menjaga kelestarian pesisir bukan tugas satu instansi saja, tapi sinergi lintas sektor. Kita ingin memastikan generasi mendatang masih bisa menikmati hijaunya Bali,” ujar Jaya Negara.
Editor: Rudi.