LetterNews
02 November 2026
21:43 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
29 August 2026 09:34 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 29 August 2026, 09:34 WITA

Wali Kota Jaya Negara Ngayah Nyangging pada Metatah Massal Gratis Desa Adat Panjer

Foto: Wali Kota Jaya Negara, Anggota DPD RI IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya juga turut ngayah nyangging.

DENPASAR, Letternews.net – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama sejumlah tokoh daerah ngayah nyangging (mengasah gigi) dalam upacara Metatah atau Mesangih Massal yang digelar oleh Desa Adat Panjer. Prosesi sakral ini berlangsung di Lapangan Wantilan Desa Adat Panjer, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan spiritual ini merupakan bagian dari rangkaian Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya Atma Wedana (Nyekah Kurung Nyatur Muka) yang rutin diselenggarakan Desa Adat Panjer setiap empat tahun sekali. Selain Wali Kota Jaya Negara, Anggota DPD RI IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya juga turut ngayah nyangging.

[irp]

Kolaborasi Pemkot Denpasar dan Desa Adat Meringankan Umat

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada Jero Bendesa Adat Panjer beserta seluruh jajaran atas semangat gotong royong dalam menyelenggarakan yadnya tanpa membebani krama.

“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar, kami mengucapkan terima kasih kepada Jero Bendesa Adat Panjer beserta seluruh jajaran yang telah melaksanakan karya ini. Ini merupakan wujud dharma, termasuk dharmaning negara, melalui kerja sama antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Desa Adat Panjer,” ujar Jaya Negara.

Pemerintah Kota Denpasar turut mengucurkan hibah bantuan dana sebesar Rp1 miliar untuk menyokong kelancaran pelaksanaan karya tersebut, sementara sisanya ditopang secara swadaya dan gotong royong.

[irp]

Rekor Peserta Terbanyak dan 100 Persen Gratis

Bendesa Adat Panjer, AA Ketut Oka Adnyana, menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara ini tidak memungut biaya dari para peserta alias gratis. Seluruh pembiayaan bersumber dari kas Desa Adat Panjer, Lembaga Perkreditan Desa (LPD), unit usaha desa adat, serta dukungan dana dari Pemkot Denpasar.

Beberapa poin penting seputar pelaksanaan karya meliputi:

  • 266 Peserta Metatah: Tercatat sebagai jumlah peserta terbesar sepanjang sejarah pelaksanaan empat tahunan di Desa Adat Panjer.

  • Terbuka Umum: Peserta tidak hanya berasal dari warga lokal Desa Adat Panjer, tetapi juga terbuka untuk masyarakat luar wilayah.

  • Persiapan Memukur: Puncak upacara Atma Wedana (Memukur) direncanakan berlangsung pada 6 September 2026 mendatang yang diikuti sebanyak 212 puspa.

Editor: Rudi