LetterNews
02 November 2026
20:08 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
24 October 2026 18:11 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Rudianto | Dipublikasikan: 24 October 2026, 18:11 WITA

Wali Kota Jaya Negara Ngayah Nyangging dalam Rangkaian Karya Agung di Jero Abian Timbul Pemecutan

Wujud Nyata Vasudhaiva Kutumbakam dan Yadnya Harmonis: Mepandes di Jero Abian Timbul Simbol Pengendalian Sad Ripu Menuju Dewasa yang Berkarakter

Pemimpin yang selalu hadir di tengah-tengah tradisi krama! Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara ngayah nyangging dalam rangkaian upacara Manusa Yadnya Metatah / Mepandes di Jero Abian Timbul, Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat (24/10/2026). Foto: Hum

DENPASAR, Letternews.net – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, kembali menunjukkan wujud bakti dan kedekatannya dengan krama Hindu melalui aksi ngayah nyangging (memotong gigi) dalam rangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mapedudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Wraspati Kalpa, dan Nyurud Ayu di Jero Abian Timbul, Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat, Sabtu (24/10/2026).

Di sela-sela prosesi sakral tersebut, Wali Kota Jaya Negara menyampaikan bahwa upacara metatah atau mepandes merupakan bagian penting dari Manusa Yadnya bagi umat Hindu yang mengandung makna spiritual mendalam. Upacara ini menjadi fase penting dalam menyambut kedewasaan sekaligus sebagai sarana simbolis untuk mengendalikan Sad Ripu atau enam musuh utama dalam diri manusia.

“Pelaksanaan metatah ini merupakan salah satu implementasi visi Vasudhaiva Kutumbakam, yakni semangat gotong royong dalam mewujudkan bhakti kepada Sang Pencipta. Melalui pelaksanaan upacara ini, kita berharap tercipta hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan (Tri Hita Karana), sehingga kehidupan krama Denpasar dapat berjalan selaras dan harmonis,” ujar Jaya Negara.

Apresiasi Panitia dan Rangkaian Karya Agung Jero Abian Timbul

Sementara itu, Ketua Panitia Karya, I Gusti Ketut Wijaya, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian Pemerintah Kota Denpasar, khususnya kesediaan Wali Kota Jaya Negara untuk meluangkan waktu dan ngayah langsung sebagai sangging melayani para peserta metatah.

“Kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya atas dukungan Pemkot Denpasar, terutama Bapak Wali Kota yang turun langsung ngayah nyangging. Kehadiran beliau memberikan warna spiritual yang sangat sejuk bagi seluruh krama di Jero Abian Timbul,” ungkap I Gusti Ketut Wijaya.

Gusti Ketut Wijaya membeberkan bahwa rangkaian karya di Jero Abian Timbul telah dimulai sejak 18 Oktober 2026 dengan upacara matur piuning, nanceb pampang, dan nuasen karya.

Setelah prosesi metatah pada Sabtu (24/10/2026), puncak Karya Wraspati Kalpa, Nyurud Ayu, dan Mejaya-jaya dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/10/2026). Seluruh krama berharap upacara berjalan labda karya (lancar) serta membawa kerahayuan bagi krama desa dan Kota Denpasar secara luas.