Unwar dan UNPAZ Timor-Leste Berkolaborasi Lestarikan Kampung Portugis Dili Lewat Metode GIS

 Unwar dan UNPAZ Timor-Leste Berkolaborasi Lestarikan Kampung Portugis Dili Lewat Metode GIS

Foto: Tim gabungan yang beranggotakan Agus Kurniawan, Toto Noerasto, José Manuel Maniquin, Joaninha Maria Nascimento, Agostinho Soriano, Fidelia M. Campos dos Santos, dan Olivio Pinto da Silva

DILI, Letternews.net Tim peneliti gabungan dari Universitas Warmadewa (Indonesia) dan Universidade da Paz (Timor-Leste) meluncurkan program pelestarian kawasan bersejarah Kampung Portugis di Dili. Langkah ini menggunakan pendekatan Historic Urban Landscape (HUL) guna mempertahankan karakter arsitektur post-kolonial di tengah pesatnya modernisasi kota.

Kampung Portugis Dili yang membentang seluas 15 hektar merupakan kawasan warisan hidup (living heritage) yang mencakup 185 unit bangunan kolonial. Namun, pesatnya pembangunan pasca-kemerdekaan memicu degradasi visual dan perubahan bentuk bangunan sejarah.

“Pelestarian warisan budaya di kota pasca-kolonial tidak boleh mengubah kawasan menjadi museum yang kaku. Melalui pendekatan HUL, kita mengelola perubahan secara adaptif dengan melibatkan partisipasi aktif warga lokal,” ungkap perwakilan tim peneliti akademis lintas negara.

BACA JUGA:  Kunker Komisi IV DPR di Bali: Diskusikan Repatriasi Satwa, Gubernur Koster Soroti Penyusutan Wilayah

Hasil Survei: 40% Bangunan Bersejarah Mengalami Perubahan Karakter

Hasil survei sistematis terhadap 120 sampel bangunan (administratif, militer, dan keagamaan) menunjukkan bahwa sekitar 40% (48 unit) telah mengalami pergeseran dan degradasi karakter arsitektur secara signifikan. Penggunaan bahan modern seperti aluminium, kaca, dan beton tanpa memperhatikan nilai historis mengancam integritas kawasan.

Tabel evaluasi otentisitas tipologi bangunan di Kampung Portugis Dili:

Tipologi Bangunan Estimasi Unit Karakter Asli (%) Perubahan Sedang (%) Perubahan Berat (%)
Administratif ±60 unit 45% 35% 20%
Militer ±40 unit 40% 30% 30%
Keagamaan / Publik ±20 unit 50% 30% 20%

BACA JUGA:  KPK Buka Penyidikan Dugaan Korupsi Pengadaan Rumah Jabatan DPR

Empat Pilar Intervensi Terintegrasi HUL

Untuk menangani krisis konservasi tersebut, tim gabungan yang beranggotakan Agus Kurniawan, Toto Noerasto, José Manuel Maniquin, Joaninha Maria Nascimento, Agostinho Soriano, Fidelia M. Campos dos Santos, dan Olivio Pinto da Silva merumuskan empat langkah intervensi:

  1. Pemetaan Digital GIS: Memetakan spasial kawasan seluas 15 hektar menggunakan ArcGIS Pro 3.1 sebagai basis data zonasi.

  2. Modul Kurikulum Konservasi: Menerapkan pembelajaran berbasis lapangan bagi mahasiswa arsitektur Unwar dan UNPAZ.

  3. Panduan Teknis Restorasi: Menyusun petunjuk praktis pemeliharaan material tradisional (bata, kayu, genteng terakota) bagi warga dan tukang lokal.

  4. Kebijakan Tata Kelola: Mengadvokasi regulasi tata ruang dan tata bangunan Kota Dili berbasis data warisan budaya.

Kolaborasi akademis internasional ini diharapkan mampu menjaga identitas sejarah Dili sekaligus memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.

Editor: Rudi

.

Bagikan: