
KARANGASEM, Letternews.net – Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Karangasem, Bali, Kamis (13/8/2026). Kegiatan edukatif ini berfokus pada penguatan literasi penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) serta metode identifikasi sederhana menggunakan bahan alam.
Dipimpin oleh ketua tim apt. Milyadi Sugijanto, S.Farm., M.Sc., program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran warga binaan anak mengenai pentingnya konsumsi pangan yang aman, sehat, dan bebas dari zat berbahaya seperti boraks maupun formalin.
[irp]
Dalam pergelaran PkM tersebut, para peserta tidak sekadar menerima materi teoritis, melainkan diajak langsung mempraktikkan pengujian mandiri berbasis sumber daya alam sekitar. Pendekatan praktis ini dipilih agar anak-anak warga binaan dapat menerapkan ilmu keamanan pangan secara mudah dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran dan keterampilan sederhana agar peserta lebih kritis terhadap keamanan makanan dan minuman yang dikonsumsi,” tegas apt. Milyadi Sugijanto.
Ia menambahkan bahwa literasi keamanan pangan sangat krusial diberikan secara berkelanjutan kepada generasi muda agar mereka mampu membedakan BTP yang aman dari bahan kimia berbahaya.
[irp]
Pelaksanaan program pengabdian di LPKA Karangasem ini juga didukung oleh jajaran akademisi Fakultas Farmasi Unmas Denpasar, antara lain:
Dr. apt. I Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed., M.H.Kes.
Dr. apt. Ni Luh Kade Arman Anita Dewi, S.Farm., M.Biomed.
I Wayan Surya Rahadi, S.Farm., M.Farm.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, hingga uji eksperimen bahan pangan. Melalui PkM ini, Fakultas Farmasi Unmas Denpasar terus berkomitmen memperkuat penerapan ilmu kefarmasian di tengah masyarakat sekaligus membekali warga binaan dengan pemahaman kesehatan yang aplikatif.
Editor: Rudi