Diduga Produksi Konten Pornografi di Kamar Hotel, Pasangan Asal Kediri Digerebek Polres Tulungagung
Strategi Gubernur Koster Perkuat Dresta Bali dan Tangkal Intervensi Sampradaya Asing
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster buka seminar nasional cegah intervensi sampradaya asing. Simak strategi penguatan Dresta Bali tanpa konflik horizontal.

DENPASAR, Letternews.net – Di tengah gempuran modernisasi dan masuknya pengaruh eksternal, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya menjaga Dresta Bali secara sistematis dan beradab. Hal tersebut disampaikan saat membuka Seminar Nasional “Mawali Ring Uluning Kertha” yang digelar Forum Gerakan Adat Se-Nusantara (FORGAS) Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Jumat (3/4/2026).
Seminar bertajuk “Strategi Penguatan Dresta Bali dalam Mencegah dan Menangkal Intervensi Sampradaya Asing Ideologi Transnasional” ini dipandang bukan sekadar ajang diskusi, melainkan langkah strategis memperkuat ideologi bangsa yang berakar pada kearifan lokal.
Dalam arahannya, Gubernur Koster mengingatkan bahwa Bali tidak memiliki kekayaan tambang. Anugerah terbesar Bali adalah kebudayaan yang menjadi hulu penggerak pariwisata dan ekonomi.
“Membangun atau mempertahankan budaya tidak bisa dibeli dengan uang. Ia membutuhkan rekayasa sosial, pemahaman ideologis, dan konsistensi. Jika budaya rusak, maka daya tarik Bali akan hilang,” tegas Koster di hadapan para tokoh adat dan generasi muda.
Koster menekankan bahwa Desa Adat adalah benteng pertahanan utama. Melalui Perda No. 4 Tahun 2019, pemerintah telah memperkuat kelembagaan ini untuk melindungi bahasa, aksara, hingga busana Bali. Namun, ia mengingatkan agar dalam menghadapi intervensi asing, masyarakat tidak bersikap reaktif atau emosional.
“Bali adalah etalase dunia yang padat kepentingan. Kebijakan tidak boleh grusa-grusu atau konfrontatif. Pendekatannya harus dapdap (tenang) dan arif. Kita harus tegas menjaga budaya, namun eksekusinya jangan sampai menciptakan konflik horizontal yang justru merusak iklim pariwisata,” tambahnya.
Gubernur berharap seminar ini mampu mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar tetap teguh pada ajaran Hindu Bali yang berlandaskan Tattwa, Susila, dan Acara. Penguatan pemahaman terhadap ajaran Hindu Nusantara yang adiluhung dinilai menjadi kunci utama agar Bali tidak mudah terdistorsi oleh ideologi transnasional yang tidak sejalan dengan jati diri masyarakat Bali.
Editor: Rudi.







