Sosok Kartini Tangguh dari Bangli: Aipda Putu Eka Kristina, Polwan Bhabinkamtibmas Penjaga 11 Lingkungan

 Sosok Kartini Tangguh dari Bangli: Aipda Putu Eka Kristina, Polwan Bhabinkamtibmas Penjaga 11 Lingkungan

KARTINI BERSERAGAM: Aipda Putu Eka Kristina saat bertugas di wilayah Kelurahan Kawan, Bangli. Di momen Hari Kartini ini, dedikasinya sebagai Bhabinkamtibmas menjadi inspirasi bahwa profesionalisme dan peran sebagai ibu dapat berjalan beriringan demi pengabdian pada masyarakat.

BANGLI, Letternews.net – Peringatan Hari Kartini setiap tanggal 21 April selalu menghadirkan kisah inspiratif tentang emansipasi dan dedikasi perempuan Indonesia. Salah satunya datang dari Kelurahan Kawan, Bangli, di mana seorang polisi wanita (Polwan) menjadi ujung tombak keamanan masyarakat. Ia adalah Aipda Putu Eka Kristina.

Perempuan kelahiran Denpasar, 7 Juni 1985 ini bukanlah polisi biasa. Ia mengemban amanah sebagai Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), sebuah peran yang biasanya didominasi oleh polisi laki-laki karena menuntut kesiagaan 24 jam di tengah masyarakat.

Di seluruh jajaran Polda Bali, sosok Bhabinkamtibmas Polwan tergolong langka. Saat ini, hanya tersisa tiga Polwan yang menduduki jabatan strategis ini, yang tersebar di Klungkung, Karangasem, dan Bangli. Aipda Putu Eka sendiri telah mengabdi di Kelurahan Kawan selama 5 tahun terakhir, setelah sebelumnya bertugas selama 18 tahun di satuan Lalu Lintas.

BACA JUGA:  Manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan Mulai Dirasakan Peserta BPJAMSOSTEK

Menjaga 11 Lingkungan dengan Hati Tanggung jawab Aipda Putu Eka tidaklah ringan. Ia mengawasi 11 lingkungan di Kelurahan Kawan. Sebagai “ibu” bagi masyarakat di sana, ia sering melakukan mediasi (problem solving) dan mendeteksi dini gangguan keamanan.

“Banyak sukanya menjadi Bhabinkamtibmas. Saya jadi punya banyak teman di luar, bisa mengetahui kesusahan dan kepentingan masyarakat secara langsung. Selama saya bisa bantu, pasti saya bantu,” ujar Aipda Putu Eka dengan ramah. Selasa. (21/4/2026).

Dedikasinya diuji saat ada panggilan darurat di malam hari. Tanpa ragu, ia langsung meluncur dari rumah menuju lokasi kejadian. Meski begitu, ia mengaku tak pernah merasa sendiri karena koordinasi yang solid dengan rekan-rekan Polsek Bangli, Polres Bangli, hingga sinergi dengan Babinsa dari TNI.

Keseimbangan Peran Kartini Modern Di balik seragam kepolisiannya, Putu Eka adalah seorang ibu yang harus mengurus anak-anak dan rumah tangga. Baginya, kunci keberhasilan menjalankan peran ganda ini adalah manajemen waktu dan dukungan penuh dari suami.

BACA JUGA:  Kerugian Negara Korupsi APD Capai Rp300 M

“Semua bisa saya atur dengan baik. Dukungan suami sangat luar biasa. Kalau ada kegiatan di desa yang membutuhkan keberadaan saya, itu menjadi prioritas utama. Urusan rumah mungkin dikesampingkan sebentar demi tugas di desa,” ungkapnya.

Memasuki 23 tahun masa pengabdiannya di Polri, Aipda Putu Eka Kristina membuktikan bahwa semangat Kartini tetap hidup. Ia bukan sekadar penjaga keamanan, tapi juga simbol kehadiran negara yang humanis dan penuh empati di tengah masyarakat Bali.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: