
KEDIRI, Letternews.net – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial terpancar kuat dari pelosok Kabupaten Kediri dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Puluhan warga lingkungan Ampera yang berada di wilayah Dusun Rejomulyo (RT 05/RW 05), Desa Wonorejo Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, kompak menggelar aksi pemotongan dan pembagian hewan qurban secara mandiri, Rabu (27/5/2026).
Aktivitas religius yang sarat akan nilai kebersamaan ini dipusatkan di pelataran Mushola Al-Huda Ampera RT 5. Sejak pagi buta, para warga bersama tokoh masyarakat setempat telah bahu-membahu menyiapkan seluruh keperluan prosesi penyembelihan.
[irp]
Pada perayaan Idul Adha tahun ini, Mushola Al-Huda Ampera RT 5 mengelola sebanyak 11 ekor kambing qurban yang dihimpun dari para pekurban setempat. Berkat kerja keras tim panitia yang berjumlah 10 orang, seluruh proses pemotongan hingga pengemasan daging berjalan dengan sangat tertib dan higienis.
Ketua RT 05 Dusun Rejomulyo, Suwaji, menyampaikan bahwa esensi utama dari ibadah qurban di tingkat rukun tetangga (RT) adalah sebagai instrumen taktis untuk mempererat ikatan kekeluargaan antarwarga tanpa sekat sosial.
“Momentum Idul Adha ini adalah sarana terbaik untuk memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan tali silaturahmi. Kami ingin semua elemen masyarakat, termasuk institusi terkait, tidak menjaga jarak, melainkan menyatu dan hadir memberikan manfaat langsung di tengah rukun tetangga,” ungkap Suwaji di sela-sela kegiatan.
[irp]
Setelah seluruh proses pemotongan rampung, panitia langsung bergerak cepat mendistribusikan daging qurban kepada 80 orang penerima manfaat yang berhak di lingkungan sekitar Dusun Rejomulyo. Sistem distribusi dilakukan secara langsung guna menghindari kerumunan dan memastikan bantuan jatuh ke tangan yang tepat.
Aksi nyata yang digerakkan oleh warga Ampera RT 5 ini membuktikan bahwa keterbatasan jumlah hewan qurban bukanlah penghalang untuk menciptakan dampak sosial yang masif. Kerukunan hidup bertetangga yang terjaga di Desa Wonorejo Trisulo ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain di Kediri dalam merawat harmoni dan solidaritas umat.
Editor: Anto.