Polda Bali Gelar Operasi Pekat Agung 2026, Sasar Penyakit Masyarakat demi Keamanan Bali

 Polda Bali Gelar Operasi Pekat Agung 2026, Sasar Penyakit Masyarakat demi Keamanan Bali

Foto: Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Bali, Kombes Pol. Soelistijono, S.I.K., M.H

DENPASAR, Letternews.net Polda Bali secara resmi memulai Operasi Pekat Agung 2026 melalui Apel Gelar Pasukan yang berlangsung di Lapangan Depan Mapolda Bali, Denpasar, Rabu (22/7/2026). Apel ini digelar guna mengecek kesiapan personel serta sarana prasarana dalam mengantisipasi dan menindak berbagai bentuk penyakit masyarakat (pekat) di wilayah hukum Pulau Dewata.

Apel Gelar Pasukan dipimpin langsung oleh Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Bali, Kombes Pol. Soelistijono, S.I.K., M.H., serta dihadiri oleh jajaran Pejabat Operasi dan seluruh personel gabungan yang terlibat.

Dalam arahannya, Kombes Pol. Soelistijono menegaskan pentingnya pelaksanaan tugas yang profesional, humanis, dan selalu berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Operasi Pekat Agung bukan sekadar kegiatan penegakan hukum, tetapi juga bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, humanis, dan hindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencederai kepercayaan publik,” tegas Kombes Pol. Soelistijono.

BACA JUGA:  Ditreskrimum Cek Penemuan Suami Istri Meninggal Di Keboiwa

Fokus Utama dan Strategi Penanganan Kamtibmas

Untuk menciptakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, Polda Bali mengedepankan pendekatan komprehensif yang terukur.

Langkah strategis yang diterapkan meliputi:

  • Tindakan Preemtif: Edukasi dan sosialisasi pencegahan ke lapisan masyarakat dan kawasan rawan.

  • Tindakan Preventif: Peningkatan patroli berkala di titik-titik rawan kejahatan dan pusat keramaian.

  • Penegakan Hukum Terukur: Penindakan tegas terhadap aksi premanisme, judi, miras ilegal, prostitusi, hingga kejahatan jalanan.

BACA JUGA:  Polda Bali Tegaskan Masyarakat Waspada Pinjol

Ukur Keberhasilan dari Rasa Aman Masyarakat

Karo Ops Polda Bali menambahkan bahwa keberhasilan Operasi Pekat Agung 2026 tidak hanya diukur dari banyaknya jumlah penindakan hukum, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan oleh warga dan wisatawan di Bali.

“Keberhasilan operasi ini tidak hanya diukur dari jumlah penindakan, tetapi juga dari kemampuan kita menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman,” pungkasnya.

Melalui operasi ini, Polda Bali mempertegas komitmennya dalam memberantas berbagai potensi gangguan keamanan demi menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang aman dan harmonis.

Editor: Lilla

.

Bagikan: