LetterNews
02 November 2026
23:55 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
22 February 2026 23:22 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 22 February 2026, 23:22 WITA

Perekonomian Bali Tumbuh dari Budaya, Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Peran Sulinggih Jaga Jati Diri Pulau Dewata

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster tegaskan pemerintah wajib fasilitasi kebutuhan Sulinggih. Menjaga Sulinggih adalah kunci menjaga taksu dan budaya Bali secara niskala.

DENPASAR, Letternews.net – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa keberadaan para Sulinggih merupakan pilar fundamental yang wajib mendapatkan perhatian dan fasilitasi penuh dari pemerintah. Sebagai sosok yang memegang tanggung jawab besar di bidang ritual, Sulinggih dinilai menjadi garda terdepan dalam menjaga kedamaian dan keselamatan Bali secara niskala.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri Perayaan Ke-4 Ulang Tahun Sabha Kertha Hindu Dharma Nusantara Pusat (SKHDNP) atau Dhira Sera Dharma Manah, di Sekretariat SKHDN Pusat, Denpasar, Minggu (22/2/2026).

[irp]

Budaya sebagai Magnet dan Cara Hidup

Dalam arahannya, Gubernur Koster memaparkan bahwa kekuatan utama Bali terletak pada kebudayaan yang menjadi cara hidup masyarakatnya. Mulai dari ritual harian seperti saiban, hingga upacara besar tingkat dunia, semuanya merupakan magnet yang menarik wisatawan mancanegara.

“Bali tidak memiliki sumber daya alam seperti minyak atau tambang. Kekuatan kita ada pada adat istiadat dan budaya. Jangan sampai kita kehilangan jati diri karena mengimpor budaya asing dan mematikan kearifan lokal sendiri,” tegas Koster.

[irp]

Sinergi Guru Wisesa dan Sulinggih

Melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Gubernur Koster mengajak seluruh krama Bali untuk menjaga keselarasan hidup secara sekala (lahiriah) dan niskala (spiritual). Ia menekankan bahwa pemerintah selaku Guru Wisesa berkewajiban memberikan perlindungan bagi para Sulinggih agar mereka dapat menjalankan swadarma (tugas) dengan tenang.

“Tatanan niskala jangan diganggu. Para Sulinggih yang menjaga Bali melalui ritual harus kita jaga kebutuhannya. Jika Sulinggih kuat dalam menegakkan dresta Bali, maka Bali akan tetap ajeg, damai, dan pura-pura kita terpelihara dengan baik,” imbuhnya.

Gubernur juga mengingatkan agar dresta Bali tetap dipegang teguh di tengah perkembangan zaman agar jati diri Bali tidak rusak atau hancur. Desa Adat dan Sulinggih harus berjalan beriringan dalam tatanan yang tertib.

[irp]

Komitmen Menjaga Bali

Menanggapi arahan tersebut, Manggala Uttama Sabha SKHDNP, Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, menyatakan komitmen para Sulinggih se-Bali untuk tetap konsisten menjaga keseimbangan spiritual Pulau Dewata. Beliau menegaskan bahwa sinergi antara visi pemerintah dan pelaksanaan tugas niskala akan membawa kedamaian bagi seluruh masyarakat Bali.

Editor: Rudi.