LetterNews
03 November 2026
01:49 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
06 March 2026 21:51 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 06 March 2026, 21:51 WITA

Pawai Ogoh-Ogoh Terbaik Se-Kota Denpasar Guncang Catur Muka di Pembukaan Kasanga Festival 2026

Foto: Kasanga Festival Denpasar Caka 1948 resmi dibuka oleh Walikota Jaya Negara. Menampilkan 16 ogoh-ogoh STT terbaik dengan sistem pengolahan sampah mandiri.

DENPASAR, Letternews.net – Gemuruh suara kulkul menandai dibukanya gelaran budaya tahunan yang paling dinanti, Kasanga Festival Caka 1948 Tahun 2026. Bertempat di kawasan ikonik Catus Pata Patung Catur Muka Denpasar, Jumat (6/3/2026), festival ini resmi dibuka oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama jajaran Forkopimda Kota Denpasar.

Acara pembukaan yang berlangsung meriah ini diawali dengan parade 16 ogoh-ogoh terbaik hasil seleksi ketat dari ratusan Sekehe Teruna Teruni (STT) se-Kota Denpasar. Penampilan karya seni raksasa ini menjadi magnet luar biasa bagi ribuan warga yang memadati jantung Kota Denpasar.

[irp]

Wadah Kreativitas Berbasis Budaya dan Etika

Walikota Jaya Negara dalam sambutannya menegaskan bahwa Kasanga Festival bukan sekadar ajang pameran seni, melainkan wahana strategis untuk memperkuat akar budaya Bali melalui semangat Vasudhaiva Kutumbakam (Kita Semua Bersaudara).

“Kegiatan ini ruang bagi kreator ogoh-ogoh untuk berkompetisi secara produktif dengan berpedoman pada konsep Satyam Siwam Sundharam—Etika, Logika, dan Estetika. Harapannya, festival ini menjadi tuntunan ketentraman dan pemantik kreativitas Guna, Gina, Pragina, dan Guna Kaya bagi Yowana Denpasar,” ujar Jaya Negara.

[irp]

Inovasi Baru: Waste Management dan Skema Penilaian

Ada yang berbeda pada pelaksanaan tahun 2026 ini. Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, AA Made Angga Harta Yana, mengungkapkan bahwa Kasanga Fest kali ini menerapkan sistem waste management (pengolahan sampah) berbasis sumber yang bekerja sama dengan komunitas lingkungan.

“Ini adalah komitmen kami agar festival besar tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan mengolah sampah festival secara mandiri. Selain itu, format penilaian tahun ini dikemas dalam bentuk pawai atau peed, yang diawali dengan pementasan Barong Barung sebagai simbol penyucian,” jelas Gung Angga.

[irp]

Kemeriahan dan Total Hadiah Ratusan Juta

Selain ogoh-ogoh STT, Kasanga Festival yang berlangsung hingga 8 Maret ini juga dimeriahkan oleh:

  • 10 Ogoh-ogoh TK/PAUD.
  • Lomba Ogoh-ogoh Mini (43 karya), Sketsa (33 peserta), dan Tapel (35 peserta).
  • Lomba Barong (16 peserta) dan Baleganjur.
  • 43 Stand UMKM kuliner dan kerajinan.

[irp]

Sebagai bentuk apresiasi, 16 STT terbaik masing-masing menerima dana pembinaan sebesar Rp30 Juta. Para peserta kini tengah memperebutkan gelar juara dengan hadiah utama mencapai Rp50 Juta bagi peringkat pertama.

Walikota Jaya Negara mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati festival ini dengan tertib. “Mari kita jaga keamanan dan kebersihan lingkungan selama festival berlangsung demi Denpasar Maju yang berbasis budaya,” pungkasnya.

Editor: Rudi.